Ini Alasan Sarwendah Baru Kremasi Jasad Ayah pada 23 Juli Nanti


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Sarwendah Tan saat ini sedang berduka setelah kepergian ayahanda tercinta, Hendrik Lo, pada Sabtu (19/7) kemarin. Ayah Sarwendah meninggal dunia di usia 63 tahun setelah dirawat secara intensif di ICU.

Meski demikian, jenazah ayahnya akan dikremasi pada 23 Juli nanti. Hal tersebut karena Sarwendah mengatakan ayahnya masih sangat kental dengan adat Tiong Hoa, sehingga harus mengikuti fengshui.

“Papi Chineese banget, jadi semua dihitung pake fenshui. Dapatnya tanggal 23,” kata Sarwendah, dikutip Holopis.com, Minggu (20/7).

Nantinya, abu ayah Sarwendah akan dilarung ke laut, bersamaan dengan tradisi ulang tahun neneknya yang biasanya dirayakan di kapal. Tempatnya pun dijelaskan Sarwendah sudah disiapkan.

“Tempatnya udah disiaoin, nenek minta abunya bareng. Karena nenek tuh suka kumpul bareng keluarga,” jelas Sarwenadh.

Pesan dari Mendiang Ayahanda untuk Sarwendah

Mantan istri Ruben Onsu itu mengatakan, sang ayah memberikan pesan kepada Sarwendah sebelum ia meninggal dunia. Ayah Sarwendah mengatakan ia ingin putrinya tersebut tetap hidup bahagia, karena jika Sarwendah sedih, maka ayahnya juga ikut bersedih.

“Dia cuma bilang, kamu harus bahagia. Kalau kamu sedih, aku juga sedih,” kata Sarwendah.

Sarwendah pun mengenang sosok ayahnya yang sangat ramah, sehingga semua orang disekitarnya sangat menyayangi ayah Sarwendah.

“Yang bikin aku senang, semua orang tahu papi itu orang baik, dan friendly banget. Semua sayang sama papi,” pungkas Sarwendah dengan penuh rasa haru.

Tampilan Utama