JAKARTA – Mantan politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan berharap Presiden Prabowo lebih sering berdialog dengan anak-anak muda Indonesia. Sebab menurutnya, suara dan pemikiran generasi penerus penting untuk dieksplorasi karena mereka adalah para pemimpin di masa depan.
“Bagus sekali jika Pak Prabowo melakukan dialog dengan generasi muda dari seluruh Indonesia, itu lebih penting dia dengarkan suara-suaranya mereka, sehingga mereka yang akan meneruskan Republik ini,” kata Ramadhan Pohan saat ditemui Holopis.com di wilayah Jakarta Pusat, Jumat (18/7/2025).
Menumbuhkan pemikiran kirtis generasi muda sangat penting agar mereka juga semakin peka dan peduli terhadap bangsa dan negaranya sendiri. Selain itu, pengetahuan mereka tentang pemerintahan, kepemimpinan dan sebagainya dapat diwariskan dari para generasi pemimpin yang saat ini menjabat.
“Dan coba dengarkan pikiran mereka, dan gagasan-gagasan mereka, dan supaya generasi muda kita menjadi yang kritis,” ujarnya.
Bahkan ia pun menyinggung soal narasi #KaburAjaDulu yang sempat viral dan menjadi buah perdebatan sengit beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, gejolak sosial politik tersebut harus menjadi pecutan bagi para pemimpin di Indonesia untuk berpikir lebih kritis dan waras.
Sebab jika sampai narasi kabur aja dulu akhirnya direalisasikan, maka nasionalisme para generasi penerus akan runtuh, mereka akan kehilangan rasa peduli kepada bangsa dan negaranya sendiri. Sebab, bekerja dan berkontribusi di negara lain dianggap lebih kompatibel.
“Ingat nggak dengan, kabur aja dulu. Anak saya waktu sekolah, sekarang dia di Amerika, kabur aja dulu. Dia kerja di law firm di sana. Ya, karena itu memberikan peluang pengembangan dirinya,” tutur Ramadhan Pohan.
Oleh sebab itu, ia pun ikut kesal dengan adanya narasi seorang pejabat publik yang menyikapi enteng sekali narasi #KaburAjaDulu, bahkan mempersilakan bagi yang ke luar negeri agar tidak perlu pulang lagi ke Indonesia.
“Makanya kalau ada menteri yang mengkritisi. Udah, jangan pulang-pulang, itu jangan lah, nggak boleh kita kayak gitu,” tandasnya.
Lebih lanjut, Ramadhan Pohan juga mengajak semua para pejabat publik dan pemimpin di masa saat ini untuk bersama-sama memberikan contoh yang terbaik bagi generasi muda Indonesia, bahwa mereka benar-benar akan mampu dan memahami bagaimana memimpin dan mengelola bangsa dan negara dengan baik dan benar.
“Jadi, generasi muda kita harus dihadirkan contoh-contoh yang terbaik. Jangan contoh-contoh yang keliru. Sehingga mereka takut untuk mengemukakan pikirannya. Karena pembungkaman, karena kritik dianggap sebagai permusuhan, kritik adalah subversif,” tukasnya.
Dalam perspektif dirinya sendiri, Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang patriotik dan sangat terbuka dengan masukan dan kritikan dari generasi bangsa Indonesia. Sehingga hubungan antara pemimpin dan rakyat benar-benar bisa berjalan dengan irama yang harmonis.
“Saya nggak percaya bahwa Pak Prabowo itu akan seperti itu,” pungkas Ramadhan Pohan.


