Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Karhutla Masih Menghantui Sebagian Besar Pulau Sumatera

0 Shares

JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sampai dengan saat ini masih terus menerus terjadi di wilayah Pulau Sumatera.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, informasi karhutla pertama terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tepatnya di Kecamatan Harau pada Kamis (17/7) sekitar pukul 12.00 WIB.

- Advertisement -

“Dua nagari terdampak adalah Nagari Tarantang dan Nagari Taram. Kebakaran diduga dipicu oleh cuaca panas dan kering yang berkepanjangan selama musim kemarau,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (19/7).

Abdul menjelaskan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 7 hektare, terdiri dari 5 hektare di Tarantang dan 2 hektare di Taram. Bahkan, lima unit kandang ayam turut hangus terbakar.

- Advertisement -

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” imbuhnya.

Upaya penanggulangan segera dilakukan oleh BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota bersama TNI, Polri, UPT KPHL Provinsi Sumbar, perangkat nagari, dan warga. Peralatan yang digunakan antara lain satu unit mobil damkar, satu unit mobil KPHL, satu unit ambulans BPBD, satu pompa air, tiga selang, dan dua nozzle.

Abdul mengakui bahwa proses pemadaman menghadapi kendala angin kencang, minimnya pasokan air, serta terbatasnya personel dan peralatan. Hingga saat ini diketahui api belum sepenuhnya padam dan upaya pemadaman terus berlangsung.

Di Sumatera Utara, kebakaran kembali menghanguskan lahan dan kebun sawit milik warga pada Kamis (17/7) pukul 12.30 WIB di Desa Sihopuk, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara. Luas area terdampak mencapai 30 hektare. Penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

“Meski sempat meluas, api berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, dan tindakan cepat tim gabungan dari BPBD, Satpol PP/Damkar, serta warga sekitar berhasil mencegah perluasan ke permukiman dan lahan produktif lainnya,” jelasnya.

Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, baik hidrometeorologi maupun geologi, terutama di tengah musim kemarau yang rawan kebakaran dan kekeringan.

“Hindari membuka lahan dengan cara dibakar dan segera laporkan potensi bahaya kepada BPBD setempat,” imbaunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru