JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa banjir pascahujan deras mengakibatkan debit sungai meluap.
“Banjir merendam rumah warga dengan ketinggian air sekitar 60 sampai 100 sentimeter,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (17/7).
Abdul mengatakan, bencana banjir yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu itu juga menyebabkan korban jiwa hingga meninggal dunia.
“Dua korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, setelah tersengat arus listrik saat banjir terjadi,” ujarnya.
Selain itu, sebanyak 136 kepala keluarga terdampak dan sebagian diantaranya memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten Kepulauan Sula dan aparat setempat melakukan pendataan dan penanganan korban.
“Kondisi terkini, banjir mulai berangsur surut,” imbuhnya.
Melihat masih maraknya bencana banjir di tengah sekarang musim kemarau seperti saat ini, Abdul mengimbau kepada seluruh otoritas setempat untuk selalu waspada menghadapi potensi bencana. Tidak hanya terpaku pada bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, namun juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, angin kencang dan tanah longsor.
“Adapun yang dapat dilakukan antara lain, secara rutin mengikuti perkembangan cuaca dan informasi kebencanaan dari pihak terkait, melakukan pemantauan debit sungai dan melakukan pengerukan serta pembersihan sungai guna antisipasi jika ada kemungkinan debit air meluap,” imbaunya.

