JAKARTA – Presiden RI ke 7, Joko Widodo melihat perubahan logo PSI dari bunga mawar menjadi gajah dengan kepala merah dan badan hitam merupakan hal yang wajar saja dilakukan, apalagi dalam konteks rebranding.
“Ya baik-baik saja, sebuah brand itu kan perlu terus diperbaiharui, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Disesuaikan dengan kalau dalam bisnis, permintaan pasar,” kata Jokowi di Solo pada hari Selasa (15/7/20225) seperti dikutip Holopis.com.
Jika melihat logo yang saat ini ramai terbentang di berbagai daerah, khususnya di Solo Raya jelas sangat berbeda sekali dengan logo sebelumnya, yakni bunga mawar merah. Terkait dengan hal itu, Jokowi malah sangat mendukung.
“Brand itu bisa diubah, bisa diganti total. Saya kira, baik-baik saja,” ujarnya.
Bahkan dirinya malah senang dengan logo yang baru ini, walaupun belum ditetapkan oleh PSI dalam konteks organisasi kepartaian. Jika melihat logo tersebut, publik bisa menyaksikan jika mawar merah diganti gajah dengan kepala merah yang sedang mendongak ke atas namun mengarah ke kiri, sementara badan dan kaki serta ekornya berwarna hitam. Kemudian teks PSI berada di bawah ikon gajah, serta terdapat tulisan Partai Super Tbk. Apakah itu nama partai atau hanya slogan semata.
“Saya melihat tadi juga baru melihat di depan, ya, keren,” ucap Jokowi sambil tertawa.
Partai Super Terbuka (PSI)
Sementara terkait dengan tagline Partai Super Tbk, Jokowi melihat hal itu sejalan dengan gebrakan baru partai tersebut, yakni membuka peluang bagi siapa pun untuk mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum. Bahkan setiap kader berhak memberikan suaranya melalui mekanisme voting elektronik.
“PSI partai super TBK. Saya kira dalam implementasi dan pelaksanaannya kan belum. Tapi paling tidak, partai super tbk sudah dipakai oleh PSI,” ujarnya.
“Partai yang milik seluruh anggota, terbuka untuk semuanya, dan yang paling penting ini ada pemilu raya, ada pemilihan ketua, dilaksanakan dengan e-voting, dengan voting online, satu anggota satu suara yang ikut berpartisipasi,” sambungnya.
Menurut Jokowi, konsep Partai Super Terbuka yang digagas oleh Partai Solidaritas Indonesia sudah sangat positif dan berkemajuan dari partai yang dibentuk pada tanggal 16 November 2014 tersebut.
“Dan itu adalah sesuatu yang sangat baik,” pungkas Jokowi.

