Menurut Amran, berbagai merek tersebut tidak memenuhi standar berat kemasan, komposisi, dan labelisasi yang seharusnya. Beberapa merek tercatat menawarkan kemasan 5 kilogram (kg) padahal isinya hanya 4,5 kg. Lalu banyak di antaranya mengklaim beras premium, padahal sebenarnya berkualitas biasa.
Sejumlah merek beras premium yang ditemukan melakukan terjadi pengoplosan beberapa di antaranya bahkan sudah ditarik dari peredaran oleh sejumlah ritel modern karena viral di media sosial. Beberapa di antara merk beras premium yang di maksud antara lain ; Sania, Sovia, Fortune, dan Siip yang diproduksi oleh Wilmar Group.
Kemudian ada Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulen yang diproduksi oleh Food Station Tjipinang Jaya.
Lalu ada Raja Platinum, Raja Ultima milik PT Belitang Panen Raya. Serta Ayana yang diproduksi oleh PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

