Presiden Prabowo : Kiblat Kami ke Eropa!
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pandangannya mengenai posisi strategis Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam tatanan global.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Eropa memiliki peran krusial dalam membentuk peradaban dunia dan menjaga nilai-nilai fundamental seperti demokrasi dan hak asasi manusia.
"Saya pikir Amerika Serikat akan selalu menjadi pemimpin dunia yang sangat penting. Tetapi saya juga menganggap Eropa sebagai faktor yang sangat penting dalam peradaban dunia," kata Presiden Prabowo saat pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen pada Minggu (13/7).
"Sejarah Eropa menunjukkan bahwa benua ini berada di garis depan dalam banyak hal seperti sains, teknologi, dan sebagainya. Dan Eropa selalu menjadi pelopor dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia," sambungnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kekuatan-kekuatan besar dunia perlu saling melengkapi untuk menciptakan keseimbangan dan stabilitas global. Kepala Negara juga menyuarakan dukungan terhadap tatanan dunia multipolar yang dapat menjadi fondasi bagi perdamaian.
"Jadi kami menganggap Eropa masih merupakan faktor yang sangat penting. Dan kami ingin melihat Eropa yang sangat kuat. Ini adalah bagian dari arsitektur dunia multipolar, kekuatan-kekuatan yang berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas," ujarnya.
Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara di Asia Tenggara, bahkan Indonesia sangat menganggap penting keberadaan Eropa untuk stabilitas global.
"Yakinlah bahwa kami di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sangat menganggap Eropa sangat, sangat penting dalam memberikan stabilitas global," tegasnya.
Bahkan, Presiden dengan percaya diri menegaskan bahwa Indonesia tidak malu-malu menjadikan Eropa untuk menjadi kiblat mereka.
"Eropa masih menjadi pemimpin dalam banyak aspek kehidupan modern. Kami masih berkiblat ke Eropa. Mungkin tidak banyak dari kita yang mau mengakuinya secara terbuka, tetapi saya di sini, saya akui secara terbuka," tandasnya.
"Kami ingin melihat Eropa yang lebih kuat dan kami ingin bekerja sama dengan Eropa," tutupnya.