Fakta-fakta Revolusi Prancis, Sejarah yang Bisa Dijadikan Pelajaran

0 Shares

JAKARTA – Tanggap 14 Juli merupakan peringatan Hari Revolusi Prancis atau Bastille Day. Revolusi Prancis merupakan salah satu momen paling dramatis dan berpengaruh dalam sejarah dunia.

Dimulai pada akhir abad ke-18, peristiwa ini tidak hanya mengubah wajah politik Prancis, tetapi juga menyebarkan semangat kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan ke seluruh dunia.

- Advertisement -

Banyak orang mengenal revolusi ini lewat gambar besar seperti penyerbuan Bastille atau eksekusi Raja Louis XVI, namun di balik peristiwa-peristiwa tersebut tersimpan berbagai fakta menarik yang sering kali terlewatkan.

Supaya Sobat Holopis bisa memahami sisi lain dari revolusi yang mengguncang Eropa ini, berikut adalah enam fakta menarik Revolusi Prancis yang penuh ironi, simbol, dan warisan abadi.

- Advertisement -

1. Penyerbuan Bastille Membebaskan Hanya 7 Tahanan

Meskipun dianggap sebagai simbol awal Revolusi Prancis, nyatanya penjara Bastille hanya menampung tujuh tahanan saat diserbu pada 14 Juli 1789. Mereka terdiri dari empat pemalsu dokumen, dua orang gila, dan satu bangsawan. Namun aksi ini menjadi pemicu semangat rakyat dan simbol runtuhnya kekuasaan absolut.

2. Lagu ‘La Marseillaise’ Diciptakan Selama Revolusi

Lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise, diciptakan tahun 1792 oleh Claude Joseph Rouget de Lisle sebagai mars perang bagi tentara revolusioner. Lagu ini cepat menyebar karena menggugah semangat perjuangan rakyat, dan kini menjadi salah satu simbol nasionalisme Prancis.

3. Guillotine Disebut Alat Eksekusi yang Lebih ‘Manusiawi’

Guillotine menjadi simbol paling mengerikan dari Revolusi Prancis, namun dulunya dianggap alat eksekusi yang lebih adil dan cepat dibanding cara-cara sebelumnya. Ribuan orang, termasuk bangsawan, rakyat biasa, hingga tokoh revolusioner sendiri, dieksekusi menggunakan alat ini.

4. Marie Antoinette Tak Pernah Mengatakan ‘Biarkan Mereka Makan Kue’

Kalimat terkenal “Let them eat cake” (Qu’ils mangent de la brioche) sering dikaitkan dengan Ratu Marie Antoinette untuk menggambarkan ketidakpeduliannya terhadap rakyat miskin. Namun sejarah membuktikan bahwa ucapan ini tidak pernah keluar dari mulut sang ratu dan kemungkinan besar berasal dari tulisan filsuf Rousseau sebelum ia menjadi ratu.

5. Sistem Metrik Lahir dari Semangat Revolusi

Revolusi Prancis melahirkan banyak pembaruan, termasuk sistem pengukuran metrik. Sistem ini diperkenalkan sebagai bentuk pembebasan dari pengaruh feodal dan dianggap lebih adil serta ilmiah. Hingga kini, sistem metrik masih digunakan secara luas di berbagai negara.

6. Robespierre yang Menjadi Ikon Revolusi, Mati di Guillotine

Maximilien Robespierre adalah tokoh penting dalam Revolusi Prancis, terutama saat Reign of Terror. Ia dikenal karena memimpin banyak eksekusi atas nama revolusi. Namun tak lama kemudian, ia sendiri dianggap tiran dan akhirnya dieksekusi menggunakan guillotine, alat yang dulu ia dukung penggunaannya.

Selain menjadi cerita jatuhnya monarki dan lahirnya republik, Revolusi Prancis juga merupakan bentuk kontradiksi, perubahan, dan warisan yang membentuk dunia modern. Dari lagu kebangsaan hingga sistem metrik, jejak revolusi ini masih bisa dirasakan hingga sekarang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru