Donald Trump Klaim akan Pasok Rudal Patriot ke Ukraina, Maksudnya?


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Minggu (13/7) mengatakan, bahwa AS akan mengirimkan rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina untuk membantu memperkuat pertahanan negara tersebut dari serangan Rusia.

Saat berbicara dengan awak media di Pangkalan Gabungan Andrews (Joint Base Andrews) di Maryland, Trump menjelaskan bahwa Uni Eropa (UE) akan membeli rudal tersebut dari AS kemudian mengirimnya ke Ukraina.

"Kami pada dasarnya akan mengirim berbagai perlengkapan militer yang sangat canggih kepada mereka. Mereka akan membayar kami 100 persen untuk itu, dan itulah yang kami inginkan," kata Trump, dikutip Holopis.com, Senin (14/7).

Presiden AS itu juga mengatakan dirinya berencana bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pekan ini untuk membahas Ukraina dan berbagai isu mendesak lainnya.

Sementara itu, Ukraina baru saja mengklaim bahwa mereka telah melacak dan membunuh agen-agen Rusia yang dicurigai menembak mati salah satu perwira senior mereka di ibu Kota Ukraina.

Dinas Keamanan Ukraina, atau SBU, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para tersangka agen Rusia tewas di wilayah Kyiv setelah mereka melawan saat ditangkap. Sebuah video yang dirilis oleh badan tersebut menunjukkan dua jenazah tergeletak di tanah.

Badan tersebut sebelumnya mengatakan bahwa seorang pria dan seorang wanita diduga terlibat dalam pembunuhan Ivan Voronych, seorang kolonel SBU, pada hari Kamis, dalam serangan siang hari yang berani yang terekam kamera pengintai.

Sebagai informasi, setelah serangkaian serangan besar-besaran di Ukraina yang melibatkan ratusan drone peledak, Rusia meluncurkan 60 drone semalam, ungkap Angkatan Udara Ukraina. Disebutkan bahwa 20 drone ditembak jatuh dan 20 lainnya dihambat.

Pihak berwenang Ukraina kemudian melaporkan bahwa empat warga sipil tewas dan 13 lainnya terluka dalam serangan Rusia di wilayah Donetsk dan Kherson sejak Sabtu.

Tampilan Utama