Tenaga Ahli BP Haji Tak Setuju Haji dan Umroh Pakai Jalur Laut

0 Shares

JAKARTA – Tenaga ahli Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Ichsan Marsha menyatakan bahwa pihaknya masih memilih untuk menolak usulan yang sempat dikeluarkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, bahwa pemerintah akan membuka opsi pemberangkatan haji dan umroh menggunakan jalur laut.

“BP Haji tidak setuju keberangkatan haji menggunakan kapal laut,” kata Ichsan dalam keterangannya di Sumatera Barat, Sabtu (12/7/2025) seperti dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Menurutnya, gagasan atau ide memberangkatkan calon jamaah haji menggunakan kapal laut bertolak belakang dengan semangat yang sedang dibangun BP Haji untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Artinya, usulan menggunakan kapal laut ini akan menggeser keinginan kita di awal tadi, seperti upaya menekan biaya haji dan mengurangi masa tinggal di Tanah Suci,” jelas dia.

- Advertisement -

Jika dipaksakan menggunakan kapal laut, maka otomatis berdampak langsung kepada lamanya waktu perjalanan calon jamaah haji dari Indonesia hingga tiba di Arab Saudi. Apalagi Pemerintah Indonesia tengah bertekad untuk mengurangi masa tinggal jamaah selama di Tanah Suci, dari 40 hari menjadi 30 hari saja.

Selain itu usulan tersebut dinilai juga tidak ekonomis, karena biaya haji akan semakin membengkak.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan jika pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternatif pelaksanaan ibadah Umrah dan haji.

Nasaruddin Umar menyebut bahwa inisiatif ini sedang didiskusikan dengan otoritas Saudi Arabia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran SGIE Report 2024/2025 dan peringatan satu dekade Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di Bappenas, Jakarta, Selasa 8 Juli 2025.

“Digagas ke depan kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut. Kami juga kemarin berbicara dengan sejumlah pejabat-pejabat di Saudi Arabia,” kata Nasaruddin Umar seperti dikutip Holopis.com.

Menurut Nasaruddin, jika infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan sarana transportasi laut telah tersedia, maka penyelenggaraan haji dan umrah lewat laut dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau memang itu persyaratannya terpenuhi, peluangnya sudah dibangun sekarang. Itu terbuka,” ucapnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru