Hamas Setuju Bebaskan 10 Sandera dalam Perundingan Damai Gaza


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Hamas pada Rabu (9/7) malam waktu setempat mengatakan bahwa mereka setuju untuk membebaskan 10 sandera, meski menyebut perundingan damai Gaza yang sedang berlangsung dengan Israel masih menghadapi kesulitan. Hamas mengklaim bahwa mereka sudah menunjukkan fleksibilitas.

"(Hamas) telah menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan dan setuju membebaskan 10 sandera, guna memastikan keberhasilan upaya-upaya yang sedang berlangsung," demikian potongan pernyataan resmi dari Hamas, dikutip Holopis.com, Kamis (10/7).

Saat ini, sejumlah poin penting masih dinegosiasikan, dan beberapa poin yang paling penting di antaranya adalah aliran bantuan, penarikan tentara Israel dari Jalur Gaza, dan penyediaan jaminan nyata untuk gencatan senjata permanen. Hamas juga mengatakan masih ada kesulitan dalam negosiasi.

"Kesulitan dalam negosiasi untuk isu-isu tersebut sejauh ini karena sikap keras kepala pihak penjajah (Israel)," imbuh Hamas dalam pernyataannya.

Sebagai informasi, tim negosiator telah berada di Doha sejak Minggu (6/7) untuk melakukan pembicaraan tidak langsung mengenai proposal gencatan senjata selama 60 hari yang didukung oleh Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut akan mencakup pembebasan 10 sandera yang masih hidup dan jenazah beberapa sandera lainnya.

Israel memperkirakan sekitar 50 sandera masih ditahan di Gaza, dengan sekitar 20 orang diyakini masih hidup. Israel melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan pimpinan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang disandera. Menurut otoritas di Gaza, sedikitnya 57.680 orang tewas sejak dimulainya perang tersebut.

Tampilan Utama