JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas rencana gencatan senjata di Gaza. Pertemuan tersebut adalah momen kedua kalinya, dan berlangsung selama 24 jam. Tetapi awak media belum menerima informasi signifikan terkait hasil dari pertemuan Trump dan Netanyahu.
Tetapi sebelumnya sempat ada bocoran dari Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff yang mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata di Gaza saat ini sudah dekat, dan kemungkinan akan terjadi pada akhir minggu.
“Kami berharap pada akhir minggu ini, akan mencapai kesepakatan yang akan membawa gencatan senjata selama 60 hari. Sepuluh sandera yang masih hidup akan dibebaskan,” kata Witkoff, dikutip Holopis.com, Rabu (9/7).
Tanggapan Benjamin Netanyahu Soal Rencana Gencatan Senjata
Meski demikian, Benjamin Netanyahu menekankan bahwa urusan Israel di Palestina masih belum selesai. Meskipun saat ini banyak pihak yang mengupayakan gencatan senjata untuk keduanya.
Netanyahu masih mengklaim prinsip bahwa mereka ingin membumi ratakan Hamas yang mereka nilai sebagai kelompok teroris.
“Kami masih harus menyekesaikan pekerjaan di Gaza, membebaskan semua sandera kita. Melenyapkan dan menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas,” kata Netanyahu.
Sebagai informasi Sobat Holopis, perang di Gaza Palestina saat ini sudah membunuh setidaknya 57.575 masyarakat Palestina, dan melukai 136.879 lainnya. Kemudian, setengah juta orang terancam kelaparan dan banyak yang kehilangan tempat tinggal mereka.
Sementara itu sebanyak 1.139 masyarakat Israel meninggal dunia karena serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan lebih dari 200 orang di sandera oleh Hamas. Setelah hampir dua tahun sejak Oktober 2023, sekitar 50 sandera masih berada di Gaza, dan 20 diantaranya diyakini masih hidup.

