JAKARTA – Joao Pedro jadi pahlawan kemenangan Chelsea dengan torehan brace-nya ke gawang Fluminense. Pemain Brasil itu pun mengaku sedih karena telah membobol gawang bekas klubnya tersebut.
Sebelumnya diketahui, Chelsea baru saja bentrok dengan Fluminense di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, pada Rabu (9/7) dini hari WIB.
Dalam pertandingannya itu, Chelsea sukses meraih kemenangan dengan skor 2-0 tanpa balas. Dua gol kemenangan itu pun dicetak Joao Pedro seorang.
Menariknya, laga tersebut merupakan penampilan perdana Joao Pedro sebagai starter bersama Chelsea, dimana pada pertandingan debutnya di perempat final gagal berkontribusi dalam urusan gol.
Joao Pedro sendiri sejatinya baru saja diumumkan Chelsea sebagai rekrutan terbarunya di bursa transfer pemain musim panas ini pada pekan lalu. Pemain asal Brasil itu diboyong The Blues dari Brighton & Hove Albion dengan harga 60 juta Poundsterling.
Ada pun Joao Pedro sebenarnya merupakan jebolan akademi Fluminense itu sendiri, dimana ia sudah merumput dengan klub Brasil itu sejak usia 9 tahun, sebelum akhirnya naik ke tim senior pada 2019 dengan total 37 laga dan telah membuat 10 gol di Liga Brasil.
Pertandingan dini hari tadi pun sekaligus jadi ajang reuni bagi Joao Pedro, dan sukses membuktikan bahwa Joao sudah jadi pemain yang diharapkan tim sebesar Chelsea.
Namun, Joao Pedro merasa sedih, karena membobol klub yang membesarkannya itu. Tapi di sisi lain, ia tetap bersikap profesional.
“Mereka (Fluminense) memberikan segalanya kepada saya. Mereka memperlihatkan saya kepada dunia,” ungkap Joao, seperti dikutip Holopis.com dari ESPN.
“Saya di sini karena mereka yakin pada saya. Saya sangat bersyukur, tapi ini lah sepakbola. Saya harus profesional. Saya sedih, tapi saya harus melakukan pekerjaan saya,” imbuhnya.

