JAKARTA – Persib Bandung dipastikan gugur memperebutkan gelar juara Piala Presiden 2025, usai ditahan imbang Dewa United. Pelatih Bojan Hodak pun menyampaikan bahwa timnya mengambil hikmah atas hasil tersebut.
Seperti yang telah diketahui bersama, Persib Bandung menatap laga melawan Dewa United dengan modal kekalahan pada pertandingan perdananya, dimana Pangeran Biru kandas dengan skor 2-0 atas Port FC.
Hasil itu membuat Persib wajib memeluk kemenangan atas Dewa United. Namun nasib berkata lain, Pengeran Biru hanya bisa mendapatkan hasil imbang saja dengan skor 1-1.
Dalam pertandingannya di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (8/7) malam WIB, satu gol Persib dicetak William Marcilio, sedangkan satu gol Dewa United ditorehkan Vikri.
Praktis, hasil imbang itu membuat harapan Persib Bandung untuk memperebutkan gelar juara Piala Presiden 2025 sirnah seketika.
Mengapa demikian, karena Persib kini ada di posisi terbawah klasemen Grup B dengan satu poin saja. Ada pun Pangeran Biru hanya ada kesempatan untuk memperebutkan juara 3, tapi kecil kemungkinannya karena harus berharap Dewa United kalah telak minimal 3-0 atas Port FC di laga pamungkasnya.
Menilik hasil atas Dewa United itu juga, Bojan Hodak merasa bahwa Persib sejatinya sudah tampil lebih oke.
“Saya pikir kami sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi, yang pasti kami harus banyak belajar lagi dari setiap pertandingan, termasuk pertandingan malam ini. Secara keseluruhan semuanya sudah cukup baik di masa persiapan ini,” ungkap Hodak, seperti dikutip Holopis.com dari situs resmi Persib.
Bojan Hodak pun menegaskan Persib mengambil hikmah atas hasil lawan Dewa United itu.
“Kita ambil hikmahnya di dua pertandingan ini. Baik hal yang positif atau kekurangan-kekurangannya juga. Kami masih ada waktu untuk memperbaiki itu semua,” imbuhnya.

