JAKARTA – Netizen belum lama ini dihebohkan dengan kabar seorang ibu muda berinisial N (25) yang menghilangkan nyawa bayi laki-lakinya sendiri yang masih berusia dua bulan. Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pampang, Haris mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat 4 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WITA.
“Kejadiannya di Pampang 2 Lorong 5 Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang,” jelas Haris, dikutip Holopis.com, Selasa (8/7/2025).
Pelaku pun diduga mengalami gangguan psikologis dan dilibatkan pula tenaga profesional untuk melakukan pendampnigan.
“Dugaan pembunuhan terhadap bayi untuk saat ini masih kami dalami terhadap ibu korban. Tetapi kami juga akan minta pendampingan psikolog, kemungkinan ada gangguan psikologi,” jelas Aris.
Kondisi kesehatan mental yang kerap kali dikaitkan oleh ibu yang baru memiliki anak adalah baby blues. Namun apakah ada hubungannya kondisi mental baby blues dengan seorang ibu yang bisa menghabisi nyawa anaknya sendiri?
Sebelum membahasnya lebih lanjut, kita pelajari dulu apa makna dari kondisi psikologis baby blues.
Apa itu Baby Blues Syndrome?
Baby blues adalah kondisi emosional yang umum dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan suasana hati yang berubah-ubah, mudah menangis, merasa cemas, atau lelah secara berlebihan. Biasanya muncul dalam beberapa hari pertama pascapersalinan dan berlangsung hingga dua minggu.
Kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon, kurang tidur, dan tekanan dalam merawat bayi, namun bisa mereda dengan dukungan emosional dan istirahat yang cukup.
Terkait apakah seseorang yang menderita baby blues bias sampai menghabiskan nyawa anaknya, Psikolog Klinis Sri Mulyani Nasution mengatakan bahwa baby blues bisa menjadi postpartum depression.
“Kondisi baby blues itu bisa menjadi postpartum depression, dan orang depresi itu bisa membunuh,” kata wanita yang akrab dipanggil Riri.
Namun pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak profesional harus tetap dilakukan, misalnya ternyata ada kondisi kesehatan mental yang lebih serius yang bisa saja diderita seseorang tersebut.
“Tapi harus dicari tahu dulu kalau sampai menyebabkan pembunuhan. Siapa tahu sebelum hamil memang sudah skizofrenia,” pungkasnya.


