JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) terus melanda sejumlah lahan yang ada di Pulau Sumatera. Dimana kali ini titik api ada di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, titik api pertama di Provinsi Aceh
Wilayah pertama adalah Kabupaten Aceh Barat. Titik api terpantau sejak Rabu (2/7), hingga kemarin Kamis (3/7).
“Tim gabungan berhasil memadamkan api yang membakar wilayah Kecamatan Meureubo dan Kecamatan Johan Pahlawan, sementara itu di Kecamatan Arongan Lambalek masih dilakukan penanganan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (7/5).
Selanjutnya karhutla turut melanda Kabupaten Bener Meriah pada Kamis (3/7). Lokasi terdampak ialah Desa Limpahan Barat, Kecamatan Timang Gajah.
“Kondisi terkini, lahan terbakar seluas empat hektar telah berhasil dipadamkan secara total oleh BPBD setempat,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk di Provinsi Sumatera Utara, karhutla melanda Kabupaten Samosir Provinsi Sumatra Utara pada Selasa (1/7) dini hari.
“Lahan seluas 40 hektar di Desa Turpuk Limbong Kecamatan Harian, hangus terbakar,” ujarnya.
Abdul mengatakan bahwa tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman. Pasalnya, sejumlah kendala menjadi penghambat proses pemadaman, seperti jarak ke sumber air yang jauh hingga cuaca yang panas serta angin kencang masih sering terjadi.
Masih di Provinsi Sumatra Utara, karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Nias Utara pada Rabu (2/7). Sebanyak 10 hektar lahan yang berada di Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur, terbakar.
“Proses pemadaman terhalang dengan sumber air yang jauh dari titik api. Rencana hari ini pemadaman akan kembali dilanjutkan oleh tim gabungan,” ungkapnya.
Selanjutnya di wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Tim Gabungan yang terdiri BPBD Kabupaten Karo dan petugas pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan lahan seluas 10 hektar yang terbakar di Desa Gunung Saribu, Kecamatan Munte pada Kamis (3/7).

