JAKARTA – Momen emosional terjadi saat band legendaris Inggris, Oasis, memberikan penghormatan kepada mendiang pesepak bola Diogo Jota saat konser reuni pertama mereka di Principality Stadium, Cardiff, Jumat (4/7) malam waktu setempat.
Momen itu menjadi bagian paling mengharukan dalam pembukaan tur reuni yang telah dinantikan selama 16 tahun terakhir. Di tengah atmosfer euforia ribuan penggemar, lagu “Live Forever” yang dibawakan Noel Gallagher berubah menjadi penghormatan sunyi untuk sosok Jota.
Di layar stadion, muncul foto sang pemain dari belakang, lengkap dengan nama dan nomor punggung “DIOGO J. 20”. Penonton secara spontan memberikan tepuk tangan panjang dan sorakan penghormatan, menciptakan suasana emosional yang menggema ke seluruh penjuru stadion.
Sebelumnya, kabar duka datang dari dunia sepak bola. Diogo Jota, striker berusia 28 tahun yang bermain untuk Liverpool dan tim nasional Portugal, meninggal dunia akibat kecelakaan mobil tragis di Spanyol Utara pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025.
Jota tengah bepergian bersama adiknya, Andre Silva, yang juga pemain sepak bola di klub Portugal, Penafiel. Kecelakaan terjadi tak lama setelah tengah malam. Kedua bersaudara itu dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Jenazah mereka telah dipulangkan ke Portugal pada Kamis malam, dan doa bersama dilangsungkan Jumat pagi di kota asal mereka, Gondomar. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi, 5 Juli.
Kehadiran momen penghormatan dalam konser ini memperlihatkan bagaimana musik bisa menjadi ruang penghubung antara duka dan solidaritas. Penampilan Noel dengan “Live Forever” terasa lebih dari sekadar lagu, ia berubah menjadi bentuk belasungkawa dan kenangan.
Konser di Cardiff ini merupakan pertunjukan pembuka dari tur reuni Oasis yang sangat dinantikan oleh penggemar di seluruh dunia. Meski konser dibalut semangat nostalgia dan perayaan, kehadiran tribute untuk Jota menjadi pengingat bahwa hidup bisa berubah dalam sekejap.
Bagi para penonton malam itu, musik Oasis bukan hanya membawa kenangan masa lalu, tapi juga menjadi medium yang menguatkan dalam masa kehilangan. Kombinasi antara kehilangan dan kebersamaan menjadikan malam itu sebagai momen yang tak akan terlupakan.

