JAKARTA – Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Dudy Purwagandhi memantau langsung proses evakuasi kapal KMP Tunu Pratama Jaya di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur pada Kamis (3/7) malam. Kapal yang membawa 65 orang ini sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu (2/70 malam.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy menginstruksikan agar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi penyebab
“Keselamatan penyeberangan adalah prioritas karena itu saya sudah menginstruksikan KNKT untuk melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan dan berkomitmen untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa,” ujar Menhub di lokasi.
Selain itu, Menhub juga turut menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) serta unsur terkait lainnya untuk melanjutkan dan mempercepat pencarian korban lain yang belum ditemukan. Kolaborasi ini diharapkan bisa mempermudah pencarian korban.
“Kita punya golden time yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pencarian dan pertolongan korban KMP Tunu Pratama Jaya. Kami berharap bisa menemukan lebih banyak lagi penumpang yang selamat,” katanya.
Menhub menerangkan saat kejadian, kapan KMP Tunu Pratama Jaya diketahui mengangkut sebanyak 53 orang dengan awak kapal berjumlah 12 orang dan total kendaraan yang diangkut berjumlah 22 unit. Terkait penumpang yang tidak terdaftar dalam manifest, Menhub menyebut pihaknya akan melakukan konfirmasi dan verifikasi ulang untuk memastikan kebenarannya.
“Hingga malam ini, korban selamat yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan berjumlah 29 orang, sementara yang meninggal 6 orang. Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam bagi keluarga korban dan bagi korban yang selamat, saya berdoa semoga segera diberikan kesembuhan,” tutupnya.

