Diogo Jota Meninggal, PM Portugal : Hari Menyedihkan Untuk Negara


Oleh : Achmad Husin Alifiah

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Portugal Luis Montenegro begitu kehilangan atas meninggalnya Diogo Jota. Bahkan, menurutnya, kepergian Jota jadi hari yang menyedihkan untuk negaranya.

Dikutip Holopis.com dari media terpercaya Spanyol yakni Marca, Diogo Jota mengalami kecelakaan mobil terjadi tepat di KM 65 A-52, Zamora, Sanabria, Spanyol, pada Kamis (3/7) dini hari waktu setempat.

Dalam kecelakaan maut itu, Diogo Jota bersama dengan adiknya bernama Andre. Ada pun dari saksi mata, disebutkan bahwa kecelakaan itu sangat fatal, bahkan hingga membuat mobil yang dinaiki Jota terbakar habis.

Diogo Jota dan adiknya dikabarkan mengendarai mobil Lamborghini. Kemudian dari kronologi sementara yang tersebar di muka publik, mobil yang dinaikinya itu mengalami pecah ban dan mengalami kecelakaan saat hendak menyalip kendaraan di depannya.

Berita duka itu telah dikonfirmasi oleh Liverpool, dan langsung diumumkan ke muka publik. "Klub Sepak Bola Liverpool sangat terpukul dengan meninggalnya Diogo Jota secara tragis," tulis pengumuman Liverpool, seperti dikutip Holopis.com.

"Klub telah diberitahu bahwa pemain berusia 28 tahun itu telah meninggal dunia setelah kecelakaan lalu lintas di Spanyol bersama saudaranya, Andre," lanjut pengumuman.

"Liverpool FC tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini dan meminta privasi keluarga, teman, rekan satu tim, dan staf klub Diogo dan Andre dihormati saat mereka mencoba menerima kehilangan yang tak terbayangkan ini," tambahnya.

"Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada mereka," tutupnya.

Kemudian, Portugal pun ikut serta berbelasungkawa atas meninggalnya Diogo Jota tersebut.

"Kabar meninggalnya Diogo Jota, atlet yang membawa harum nama Portugal dan juga adiknya itu benar-benar tidak disangka dan tragis sekali," ungkap PM Portugal, seperti dikutip Holopis.com dari Reuters.

"Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga mereka. Ini hari menyedihkan untuk sepakbola, negara dan olahraga internasional," tutupnya.

Tampilan Utama