Fakta-fakta Unik Jurassic World Rebirth yang Sudah Tayang di Bioskop
JAKARTA - Film Jurassic World saat ini sudah tayang di bioskop-bioskop kesayangan Sobat Holopis di seluruh tanah air. Para pencinta film Hollywood khususnya franchise Jurassic Park dan Jurassic World pasti sudah tidak asing lagi di telinga Sobat Holopis. Kesuksesan waralaba Jurassic Park tak bisa dipungkirin tak lepas dari perpaduan cerita visioner, efek visual canggih, serta ambisi besar dalam mengeksplorasi sains dan ketegangan.
Jurassic World Rebirth, sebagai film ketujuh dalam seri legendaris ini, memiliki banyak hal menarik di balik layar yang layak diketahui oleh Sobat Holopis, khususnya para penggemar dinosaurus dan film fiksi ilmiah.
Berikut ini beberapa fakta unik terkait fakta-fakta Unik Jurassic World Rebirth.
1. Kembali ke Akar : Visi Awal Spielberg Sangat Berperan
Steven Spielberg, sang pencipta Jurassic Park, ternyata menjadi tokoh penting dalam lahirnya Jurassic World Rebirth. Tak lama setelah Dominion dirilis pada 2022, Spielberg mengajukan sebuah ide cerita baru kepada David Koepp, penulis asli Jurassic Park (1993) dan The Lost World (1997). Ide dari Spielberg ini menjadi pondasi utama Rebirth, termasuk atmosfer nostalgia yang kuat pada film pertama.
David Koepp menyetujui proyek ini karena melihat keterlibatan langsung Spielberg sebagai tanda serius. Mereka berdua mengembangkan naskah bersama selama enam bulan, dengan tujuan menghidupkan kembali nuansa misterius, menegangkan, dan "ilmiah" seperti dalam film pertama.
2. Semua Karakter dan Lokasi Baru, Bebas dari Trilogi Sebelumnya
Satu keputusan penting yang diambil oleh tim kreatif adalah: tidak membawa kembali karakter dari dua trilogi sebelumnya. Koepp menjelaskan bahwa karena dua trilogi besar telah menutup cerita mereka, maka saatnya menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru. Semua tokoh dalam Rebirth adalah karakter original, dengan latar baru bernama Ile Saint-Hubert sebuah pulau fiksi di Atlantik yang belum pernah muncul sebelumnya dalam semesta Jurassic.
Keputusan ini memberi kebebasan dalam menciptakan ketegangan dan eksplorasi baru, tanpa harus membebani narasi dengan sejarah karakter lama.
3. Sutradara Dipilih sebagai 'Shooter', Bukan 'Auteur'
Meskipun Gareth Edwards dikenal sebagai sutradara dengan gaya visual kuat (Rogue One, Godzilla), kali ini perannya lebih difokuskan pada aspek teknis dibandingkan kebebasan kreatif penuh. Universal Pictures dan produser ingin menghindari pengulangan seperti pada Jurassic World Dominion yang dinilai terlalu banyak ide dan kurang fokus.
Sebagian besar konsep kreatif termasuk desain dinosaurus, sudah disiapkan sebelum Edwards ditunjuk, menjadikan peran sutradara sebagai eksekutor teknis dari visi produser.
4. Pembuatan Film Dipercepat Berkat Pra-Produksi yang Matang
Film ini mulai dikembangkan sejak akhir 2023, namun secara resmi diumumkan pada Januari 2024. Yang menarik, sebelum pengumuman tersebut, tim produser sudah memiliki beberapa versi naskah, serta desain dinosaurus yang cukup matang. Hal ini membuat proses syuting bisa berjalan cepat, hanya berlangsung dari Juni hingga September 2024 di tiga lokasi eksotis: Thailand, Malta, dan Inggris.
Efisiensi ini juga memungkinkan film dirilis hanya setahun setelah diumumkan, yakni pada Juli 2025.
5. Kehadiran Dinosaurus Mutan : Distortus Rex yang Menggegerkan
Jika sebelumnya Sobat Holopis sudah dibuat terpesona oleh Indominus rex atau Indoraptor, kali ini Jurassic World Rebirth menghadirkan Distortus rex—Tyrannosaurus rex mutan dengan enam anggota tubuh dan penampilan menyeramkan, hasil dari eksperimen genetik yang gagal. Ia bukan hanya kuat, tetapi juga tampil seperti makhluk alien yang mengancam seluruh tim misi.
Desainnya yang grotesk disebut sebagai simbol dari keserakahan manusia yang mencoba memanipulasi alam terlalu jauh, sebuah tema klasik dalam waralaba ini.
Jurassic World Rebirth bukan hanya melanjutkan warisan sinematik Jurassic Park, tapi juga membawanya ke arah baru yang lebih bebas dari keterikatan masa lalu. Dengan campur tangan langsung dari Steven Spielberg dan David Koepp, film ini menjadi jembatan yang menggabungkan nostalgia dan inovasi.
Fakta-fakta unik di balik proses produksinya menunjukkan bahwa setiap adegan yang Sobat Holopis saksikan di layar lebar adalah hasil dari perencanaan panjang dan keputusan kreatif yang matang.
Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan kita akan bahaya ketamakan dan pentingnya memahami batas antara ilmu pengetahuan dan etika. Sebuah film yang wajib ditonton, baik oleh penggemar lama maupun generasi baru pecinta petualangan prasejarah.