JAKARTA – Ketegangan geopolitik dunia terus meningkat hingga menimbulkan isu akan terjadinya Perang Dunia III. Setelah perang Rusia–Ukraina yang tak kunjung usai, konflik Israel–Hamas kini semakin membesar dengan keterlibatan Iran, serta ditambah aksi Amerika Serikat yang menjatuhkan bom ke fasilitas tenaga nuklir Israel.
Belum lagi pernyataan-pernyataan terbuka dari mantan Presiden Donald Trump yang memicu spekulasi baru tentang eskalasi militer terhadap Iran. Banyak yang khawatir bahwa ini akan menjadi awal dari WW3 atau Piala Dunia III.
Dengan banyaknya konflik bersenjata aktif saat ini yang menurut catatan sejarah adalah jumlah terbanyak sejak Perang Dunia II. Hal ini banyak membuat berbagai pihak bertanya apakah Perang Dunia Ketiga bisa benar-benar terjad? Serta ke mana tempat teraman di dunia untuk bertahan hidup?
Beberapa negara dinilai memiliki kombinasi faktor geografi, netralitas politik, dan kesiapan infrastruktur yang menjadikannya sebagai tempat berlindung yang relatif aman dari dampak perang global, termasuk serangan nuklir dan krisis kemanusiaan skala besar.
1. Islandia
Negara Nordik ini dikenal sebagai salah satu yang paling damai di dunia. Letaknya yang terpencil di Samudra Atlantik Utara menjadikannya minim risiko serangan langsung dari kekuatan besar dunia. Islandia tidak memiliki sejarah keterlibatan dalam konflik besar dan secara politik tidak dianggap sebagai ancaman oleh negara mana pun. Meski terpapar risiko jatuhnya partikel radioaktif dari daratan Eropa jika terjadi perang nuklir, skala dampaknya diperkirakan akan sangat kecil.
2. Selandia Baru
Selandia Baru selalu masuk dalam peringkat tertinggi Global Peace Index. Negara ini memiliki posisi yang sangat jauh dari pusat-pusat konflik dunia dan dikenal karena netralitas politiknya. Struktur geografisnya yang bergunung-gunung juga menambah perlindungan alami terhadap kemungkinan invasi. Meskipun mereka mendukung Ukraina secara politik dan hukum internasional, posisi mereka yang terpencil membuat Selandia Baru tetap dianggap aman jika konflik global meledak.
3. Swiss
Negara ini identik dengan netralitas sejak Perang Dunia II. Swiss bukan hanya dilindungi oleh pegunungan Alpen, tetapi juga memiliki sistem perlindungan sipil yang sangat canggih, termasuk bunker nuklir yang cukup untuk hampir seluruh populasinya. Meski kebijakan ekspor senjata mereka pernah menuai kritik, Swiss tetap tidak secara langsung terlibat dalam konflik militer internasional, menjadikannya salah satu tempat teraman dari potensi serangan militer.
4. Greenland
Sebagai wilayah otonom Denmark, Greenland memiliki populasi yang sangat kecil dan letak geografis yang ekstrem jauh dari jalur militer strategis dunia. Negara ini juga tidak memiliki kepentingan politik besar atau sumber daya yang menarik perhatian negara adidaya, membuatnya tidak mungkin menjadi sasaran konflik. Iklimnya memang ekstrem, tetapi secara keamanan, Greenland masuk dalam daftar tempat yang paling tidak terpengaruh jika perang besar terjadi.
5. Argentina
Negara Amerika Selatan ini diperkirakan mampu bertahan dalam skenario bencana pasca-perang, termasuk kelangkaan pangan akibat awan nuklir yang menghalangi sinar matahari. Argentina memiliki lahan pertanian yang luas dan beragam, yang memungkinkan produksi makanan terus berjalan. Secara geopolitik, Argentina juga tidak terlibat dalam konflik besar saat ini, membuatnya relatif aman dari serangan langsung.
6. Bhutan
Bhutan adalah negara kecil di pegunungan Himalaya yang secara terang-terangan menyatakan netral dalam konflik global. Sejak bergabung dengan PBB pada 1971, Bhutan konsisten menjalankan politik luar negeri yang damai dan tidak campur tangan. Letaknya yang terisolasi dan medan yang sulit dijangkau membuat Bhutan jadi tempat persembunyian yang tidak strategis secara militer, namun ideal untuk bertahan hidup.
7. Chile
Dengan garis pantai terpanjang di Amerika Selatan, Chile memiliki sumber daya alam yang melimpah dan infrastruktur yang relatif maju. Posisi geografisnya yang memanjang dari utara ke selatan memberi fleksibilitas dalam menghindari zona konflik. Chile juga dikenal stabil secara politik dan tidak menjadi pusat perhatian dalam pertarungan geopolitik global.
8. Tuvalu
Negara kepulauan kecil di Pasifik ini hanya memiliki sekitar 11.000 penduduk dan infrastruktur yang minim. Namun justru karena itu, Tuvalu dianggap tidak menarik bagi pihak-pihak yang ingin berperang atau menguasai wilayah. Letaknya yang terpencil di antara Australia dan Hawaii menempatkannya di luar jangkauan kepentingan militer global.
9. Antartika
Meskipun bukan negara dan tidak dihuni secara permanen, Antartika disebut-sebut sebagai lokasi paling aman secara strategis karena letaknya yang sangat jauh dari pusat kekuatan global. Benua ini tidak memiliki nilai strategis militer dan diatur oleh perjanjian internasional yang melarang kegiatan militer. Kendati tantangan hidup di sana sangat ekstrem, dalam skenario perang global, khususnya perang nuklir. Antartika bisa menjadi zona perlindungan terakhir bagi sebagian kecil manusia.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia
Media asing menilai Indonesia menerapkan kebijakan luar negeri yang dan tidak memihak blok militer mana pun, serta mendahulukan diplomasi dan perdamaian dunia. Indonesia menurut mereka juga dikenal aktif dalam gerakan non-blok sejak era Sukarno.
Letaknya Indonesia yang jauh dari kawasan militer utama serta ketegasannya dalam menjaga netralitas menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan tingkat risiko rendah jika terjadi konflik global.
Sebagai informasi Sobat Holopis, eskalasi yang terjadi baru-baru ini antara Iran yang melawan Israel dan Amerika Serikat telah dikritik banyak komunitas internasional. PBB mengatakan serangan AS hanya akan memperburuk keadaan.
Sementara China mengatakan Amerika Serikat adalah negara yang tak bisa dipercaya sebagai anggota diskusi di forum internasional, setelah mereka mengebom Iran.

