JAKARTA – Penyanyi solo muda berbakat, Meha, kembali hadir di industri musik Indonesia dengan single terbarunya yang berjudul “Ada Rasa”. Lagu ini menjadi bagian dari EP debutnya “Cinta Tak Pernah Salah”, yang telah dirilis sejak Oktober 2024 lalu. Bernuansa retro dan emosional, “Ada Rasa” mengangkat tema cinta yang ditinggalkan dan rasa yang tak pernah benar-benar hilang.
Namun, di balik suara merdu dan aransemen yang hangat, ternyata “Ada Rasa” bukanlah lagu baru sepenuhnya. Lagu ini ditulis oleh Ninna Kusumadewi sejak tahun 1999, namun belum pernah dirilis secara komersial. Kini, Meha menghadirkan kembali lagu tersebut dengan pendekatan yang segar, personal, dan menyentuh, membuat karya ini terasa relevan di era modern.
“Lagu ini sudah lama ditulis, tapi tetap relate banget dengan kondisi sekarang. Banyak dari kita yang pernah ditinggalkan tanpa alasan, lalu ditinggal lagi ketika rasa itu belum benar-benar sembuh,” kata Meha dalam pernyataan resminya yang dikutip Holopis.com, Kamis (19/6).
Dalam proses produksinya, Meha tidak sendiri. Ia bekerja sama dengan sejumlah musisi papan atas seperti Herry Alesis, Dimas Pradipta, dan Chandra Rian. Sentuhan profesional dari mereka membuat “Ada Rasa” terdengar matang, namun tetap ringan dan menyenangkan untuk didengarkan.
Karakter vokal Meha yang lembut dan polos mampu menyampaikan emosi lagu dengan sangat baik. Aransemen retro yang mendominasi menjadikan lagu ini bukan hanya enak didengar, tetapi juga mengundang nostalgia jadi sebuah kombinasi yang tepat sasaran bagi pasar musik Indonesia saat ini.
Lirik yang Menggambarkan Realitas Generasi Z
Lirik “Ada Rasa” menceritakan kisah klasik yang kini lebih dikenal sebagai ghosting. Seorang yang ditinggalkan tanpa penjelasan, lalu setelah waktu berlalu, si pelaku kembali membawa harapan baru—meski luka lama belum sembuh. Meha yakin banyak orang, terutama generasi muda, akan merasa terhubung dengan pesan dalam lagu ini.
“Aku yakin banyak banget orang yang relate. Kadang kita belum benar-benar move on, lalu tiba-tiba dia muncul lagi, dan semuanya jadi campur aduk,” tuturnya.
“Ada Rasa” adalah single kedua dari EP “Cinta Tak Pernah Salah”, yang berisi total 6 lagu solo dan 1 lagu duet. EP ini diproduseri oleh Harry Goro, ayah Meha sekaligus drummer dari band legendaris KLa Project. Tidak heran jika Meha tumbuh dalam lingkungan musik yang kuat, sejak ia merilis lagu pertamanya di usia 11 tahun berjudul “Biarin”.
Saat ini, Meha juga masih aktif sebagai mahasiswi di STARKI (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Tarakanita), namun tetap produktif berkarya di dunia musik.
Siap Bersaing dan Berinovasi di Industri Musik Indonesia
Dengan warna musik yang jujur, penuh emosi, dan dekat dengan kehidupan anak muda, Meha berharap karyanya bisa menjadi suara bagi banyak hati yang tak terdengar. “Cinta Tak Pernah Salah” bukan sekadar album debut, tapi juga langkah nyata Meha untuk mewarnai industri musik Tanah Air.
“Ada Rasa” kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, dan lainnya. Sementara video lirik resminya telah tersedia di kanal YouTube Meha (@mehaanr).
Lewat “Ada Rasa”, Meha membuktikan bahwa lagu lama pun bisa memiliki nyawa baru jika dinyanyikan dengan ketulusan dan diiringi produksi berkualitas. Lagu ini bukan hanya soal patah hati, tetapi juga tentang kekuatan untuk tetap melangkah. Satu lagi karya yang layak untuk dinikmati dan diingat.

