JAKARTA – Hubungan intim antara suami dan istri merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan rumah tangga yang sehat. Namun, ada kalanya pasangan perlu memahami batas-batas biologis dan menjaga kesehatan satu sama lain, termasuk saat istri sedang berada dalam masa menstruasi.
Meski beberapa pasangan mungkin menganggap hal ini sebagai preferensi pribadi, penting untuk diketahui bahwa hubungan seksual saat menstruasi membawa sejumlah risiko yang sebaiknya dihindari.
Berikut tiga alasan utama mengapa pasangan suami istri disarankan untuk menunda hubungan intim saat istri sedang mengalami menstruasi.
1. Risiko Infeksi Lebih Tinggi
Selama menstruasi, leher rahim (serviks) terbuka sedikit untuk memungkinkan keluarnya darah menstruasi. Kondisi ini dapat mempermudah masuknya bakteri ke dalam rahim, yang meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi. Selain itu, darah menstruasi sendiri merupakan media yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Hubungan intim dalam keadaan ini dapat memicu infeksi pada istri, maupun pada suami jika tidak menjaga kebersihan secara menyeluruh.
2. Kondisi Tubuh Istri Tidak Optimal
Saat menstruasi, tubuh istri mengalami berbagai perubahan hormonal yang dapat menimbulkan kram perut, rasa tidak nyaman, lemas, bahkan perubahan suasana hati. Berhubungan intim dalam kondisi ini dapat memperparah ketidaknyamanan atau bahkan menyebabkan rasa nyeri. Memberi ruang dan waktu untuk istri beristirahat dan memulihkan diri adalah bentuk penghargaan terhadap kondisi biologis alami yang dialaminya setiap bulan.
3. Pertimbangan dari Aspek Kebersihan dan Psikologis
Darah menstruasi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman secara psikologis, baik bagi istri maupun suami. Meski tidak semua pasangan merasa terganggu, kebersihan tetap menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Hubungan intim saat menstruasi lebih berisiko menimbulkan bau tidak sedap, noda, serta suasana yang tidak kondusif untuk membangun momen keintiman yang sehat dan menyenangkan.
Menjaga kualitas hubungan intim dalam pernikahan tidak hanya bergantung pada frekuensi, tetapi juga pada sikap saling memahami, menghargai kondisi pasangan, dan memprioritaskan kesehatan bersama. Masa menstruasi bukanlah halangan untuk menunjukkan kasih sayang pasangan masih dapat saling mendukung melalui pelukan, perhatian, dan komunikasi yang hangat.

