JAKARTA – Musim hujan seringkali membawa suasana sejuk yang menyenangkan. Namun, tidak sedikit pula pemilik rumah yang justru merasa was-was ketika hujan turun deras, terutama jika halaman rumah mereka kerap berubah menjadi ‘kolam dadakan’. Genangan air di halaman tidak hanya membuat aktivitas terganggu, tapi juga berpotensi merusak taman, menyebabkan licin, hingga menjadi sarang nyamuk.
Sobat Holopis, sebelum masalah ini menjadi lebih serius, penting untuk memahami penyebab utamanya serta solusi yang bisa dilakukan agar halaman rumah tetap aman dan kering saat hujan turun.
1. Sistem Drainase yang Buruk
Penyebab paling umum halaman rumah cepat tergenang adalah sistem drainase yang tidak memadai. Saluran air yang terlalu sempit, tidak memiliki kemiringan yang tepat, atau bahkan tersumbat oleh kotoran dan sampah akan membuat air hujan sulit mengalir dengan lancar. Akibatnya, air akan menggenang di permukaan halaman, terutama di titik-titik yang lebih rendah.
Sobat Holopis bisa cek secara rutin saluran air di halaman. Bersihkan dari dedaunan, lumpur, atau sampah yang menyumbat. Jika diperlukan, perbesar atau perbaiki saluran agar air bisa lebih cepat mengalir ke luar rumah atau ke sumur resapan.
2. Tekstur Tanah yang Tidak Menyerap Air
Tanah di halaman rumah, terutama yang telah dipadatkan atau tertutup semen/paving blok rapat, cenderung sulit menyerap air. Ini membuat air hujan tetap mengalir di permukaan dan menyebabkan genangan, apalagi jika curah hujan tinggi.
Caranya, pertimbangkan untuk menggunakan paving block berpori atau model grass block yang memungkinkan air menyerap ke dalam tanah. Bisa juga dibuat lubang-lubang resapan atau menanam tanaman penutup tanah untuk membantu proses penyerapan air lebih baik.
3. Kemiringan Halaman yang Tidak Ideal
Kemiringan permukaan halaman rumah juga berpengaruh besar terhadap aliran air. Halaman yang datar atau bahkan miring ke arah rumah justru akan membuat air mengalir ke tempat yang tidak seharusnya, termasuk teras atau bahkan masuk ke dalam rumah.
Sobat Holopis bisa periksa kemiringan halaman, terutama bagian yang sering tergenang. Jika perlu, lakukan perataan ulang dengan memberi kemiringan yang mengarah ke saluran pembuangan atau titik resapan. Sobat Holopis juga bisa menambahkan jalur batu sebagai aliran air alami.
4. Penumpukan Sampah di Halaman
Daun-daun kering, plastik, dan sampah lainnya yang menumpuk di halaman bisa menyumbat jalur air alami. Jika dibiarkan, tumpukan ini akan menjadi penghalang air mengalir dan menyebabkan genangan di sekitar halaman.
Solusinya, bersihkan halaman rumah secara rutin, terutama sebelum dan sesudah hujan. Jangan biarkan dedaunan atau sampah menumpuk terlalu lama. Bila perlu, buatkan penutup saluran air agar tidak mudah tersumbat oleh benda-benda asing.
5. Kurangnya Ruang Terbuka Hijau
Halaman yang seluruh permukaannya ditutup dengan semen atau keramik memang terlihat rapi, tapi hal ini justru membuat air hujan tidak punya tempat untuk diserap oleh tanah. Tanpa ruang terbuka hijau, air akan berkumpul di permukaan dan menciptakan genangan.
Solusinya, sisakan bagian dari halaman untuk ditanami tanaman atau rumput. Tanaman tidak hanya memperindah tampilan halaman, tapi juga berfungsi sebagai penyerap air alami. Sobat Holopis bisa memilih tanaman seperti rumput jepang, rumput gajah mini, atau semak rendah yang tahan air.
6. Genangan Air Bisa Jadi Sumber Masalah Serius
Genangan air yang terlihat sepele bisa menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. Selain memicu tumbuhnya lumut yang membuat halaman licin, air yang tergenang juga bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah. Genangan air juga bisa mempercepat kerusakan lantai, tanaman, dan fondasi rumah.
Solusinya Sobat Holopis, segera atasi genangan sekecil apapun. Jangan tunda untuk memperbaiki sistem aliran air atau struktur halaman. Bila perlu, konsultasikan dengan tukang bangunan atau arsitek lanskap untuk solusi jangka panjang.
Selalu jaga suasana rumah agar hidup yang aman dan nyaman ya, Sobat Holopis.

