PBB Desak Israel dan Iran : Hentikan Perang, Junjung Perdamaian!
JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) buka suara perihal memanasnya konflik Israel dan Iran saat ini. Sekjen PBB Antonio Guterres pun mendesak kedua negara untuk segera menghentikan perang!
Seperti yang telah diketahui bersama, Israel dan Iran saling balas serangan rudal. Pada Jumat (13/6), Iran menggempur kota Tel Aviv dengan ratusan rudal dan beberapa diantaranya sukses merusak wilayah vital Israel tersebut.
Dua warga Israel dikabarkan tewas akibat serangan Iran tersebut. Kemudian keesokan harinya, Sabtu (14/6), Israel melalui Angkatan Udara Israel (IAF) melakukan serangan rudal balasan dan menargetkan infrastruktur rudal di ibu kota Teheran.
Hal itu telah dikonfirmasi oleh Israel. "Pada dini hari, IAF menyerang puluhan target, termasuk infrastruktur rudal permukaan ke udara, sebagai bagian dari upaya untuk merusak kemampuan pertahanan udara rezim Iran di wilayah Taheran," ungkap militer Israel, seperti dikutip Holopis.com dari AFP.
Lebih lanjut, IAF menyatakan bahwa serangan ke wilayah susunan pertahanan area Teheran kali ini jadi yang pertama kalinya sejak pecah konflik.
"Untuk pertama kalinya sejal dimulai perang, lebih dari 1500 kilometer dari wilayah Israel, IAF menyerang susunan pertahanan di area Teheran," tambahnya.
Berkaca akan hal itu, Guterres mendesak kedua negara menghentikan perang, dan sesegera mungkin berdamai.
"Pengeboman Israel terhadap wilayah nuklir Iran. Serangan rudal Iran di Tel Aviv. Sudah cukup. Saatnya berhenti. Perdamaian dan diplomasi harus dikedepankan," ungkap Guterres, seperti dikutip Holopis.com dari Twitter/X @antonioguterres.
Israeli bombardment of Iranian nuclear sites.
Iranian missile strikes in Tel Aviv.
Enough escalation.
Time to stop.
Peace and diplomacy must prevail.
— António Guterres (@antonioguterres) June 13, 2025
Di samping itu, pernyataan juga datang dari Wakil Sekjen PBB Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo.
"Dampak serangan ini telah dirasakan di seluruh kawasan, dengan negara-negara tetangga menutup wilayah udara mereka, dan menempatkan pasukan keamanan mereka dalam siaga tinggi," ucapnya seperti dikutip Holopis.com dari Anadolu Agency.
Lebih lanjut, DiCarlo pun senada dengan pernyataan Guterres, dimana eskalasi perang harus dihentikan.
"Mengecam setiap eskalasi militer di Timur Tengah. Kewajiban negara-negara anggota, sesuai dengan Piagam PBB dan hukum internasional, untuk tidak menggunakan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun," tambahnya.
DiCarlo juga menekankan kepada seluruh negara untuk menghindari konflik, karena akan berdampak pada global.
"Kita harus dengan segala cara menghindari konflik yang semakin besar, yang akan memiliki konsekuensi global yang sangat besar," imbuhnya.