JAKARTA – Kader PSI (Partai Soludaritas Indonesia) Deddy Nur Palakka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas hebohnya tweet soal Jokowi punya kualifikasi menjadi nabi.
Dalam statemennya, Deddy menyatakan bahwa tweet tersebut adalah murni statemennya, tak ada kaitannya dengan institusi atau individu di luar dirinya.
“Pernyataan tersebut sepenuhnya merupakan pandangan pribadi, dan tidak mewakili sikap resmi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara kelembagaan,” kata Deddy dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (14/6/2025).
Ia mengaku bahwa partainya telah memberikan teguran secara langsung kepadanya. Hal ini karena tweet tersebut disadarinya merupakan konten yang sangat sensitif.
“DPW PSI Bali telah memberikan teguran secara internal sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap sensitivitas publik dan keberagaman pandangan masyarakat,” ujarnya.
Atas kesalahan yang akhirnya disadarinya itu, Deddy pun menyatakan telah mencabut statemennya demi merawat ruang dialog yang sehat di kalangan publik.
“Dengan kesadaran penuh, saya mencabut pernyataan tersebut, demi menjaga ruang dialog publik yang sehat dan tidak menimbulkan salah tafsir yang berlarut-larut,” tukasnya.
Oleh sebab itu, Deddy menyatakan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya kepada semua pihak yang tersinggung atas pernyataannya itu.
“Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan setulus-tulusnya kepada masyarakat, seluruh umat beragama, serta pihak-pihak yang merasa terganggu atau tersinggung oleh pernyataan tersebut,” tegasnya.
Terakhir, Deddy Nur pun menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen untuk selalu menjaga agar kualitas demokrasi dan dialog publik tetap berjalan dengan narasi yang dewasa dan sehat.
“Saya berkomitmen untuk tetap menjaga etika publik, belajar dari dinamika ini, dan memperkuat semangat demokrasi yang sehat, jujur, dan terbuka. Terima kasih atas kritik, masukan, dan pengertian dari berbagai pihak,” pungkasnya.

