JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianti menegaskan bahwa dirinya memang sudah memiliki tekad untuk menaikan gaji seluruh hakim di Indonesia.
Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo, sesuai dengan mandataris yang diberikan padanya untuk memimpin negara Indonesia.
“Saya sebagai mandataris, saya sadar itu dan karena itu saya perintahkan Menteri-menteri saya. Saya ingin naikkan gaji seluruh hakim di Indonesia,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada Kamis (12/6).
Presiden pun mengaku sampai menyuruh anak buahnya untuk memikirkan alokasi anggaran untuk kenaikan gaji para hakim di Indonesia tersebut.
“Cari uangnya. Enaknya jadi Presiden itu tinggal perintah-perintah, yang pusing menteri-menteri, terutama Menteri Keuangan. Saya minta dinaikkan. Datang ke saya, “Segini, Pak?”. [Kata Presiden,] “Kurang”,” bebernya.
Dalam ceritanya tersebut, Presiden bahkan mengaku untuk memerintahkan anggaran TNI dan Polri untuk dikurangi demi kenaikan gaji para hakim.
“Kalau perlu anggaran lain saya kurangi. Di sini, di sini ada Panglima TNI dan ada Kapolri, kalau perlu anggaran TNI dan Kapolri saya kurangi,” tegasnya.
Presiden Prabowo pun menepis bahwa dirinya terlalu memanjakan hakim dengan kenaikan gaji hingga 280 persen tersebut.
“Itu tidak memanjakan, itu tidak memanjakan, daripada uang negara dicuri oleh makhluk-makhluk yang enggak jelas itu,” tegasnya.


