JAKARTA – Tragedi besar melanda warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, saat kebakaran dahsyat menghanguskan lebih dari 500 rumah pada awal pekan ini. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik menjalar dengan cepat di kawasan padat penduduk tersebut, menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal hanya dalam hitungan jam.
Kebakaran yang terjadi di tengah malam itu menciptakan kepanikan luar biasa. Suara sirene pemadam kebakaran menggema bersahut-sahutan, sementara warga berlarian menyelamatkan diri dengan barang seadanya. Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan semua harta benda, menyisakan hanya pakaian di badan.
Meski luka dan trauma mendalam menyelimuti para korban, harapan belum sepenuhnya padam. Ditlantas Polda Metro Jaya menunjukkan empatinya dengan menghadirkan layanan penerbitan ulang Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis bagi warga terdampak kebakaran.
Dalam pernyataannya, pihak Ditlantas menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap warga yang mengalami musibah. “Kami memahami betapa berat beban para korban saat ini. Kehilangan rumah dan dokumen penting tentu menyulitkan mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami hadir memberikan kemudahan dalam bentuk layanan penerbitan ulang SIM tanpa biaya,” ujar perwakilan Ditlantas.
Layanan ini diberikan langsung di lokasi pengungsian, memudahkan warga yang tidak memiliki akses untuk datang ke kantor Samsat. Warga hanya perlu menunjukkan data identitas dan surat keterangan dari RT/RW atau aparat setempat sebagai bukti bahwa mereka benar-benar terdampak bencana.
Respons warga sangat positif. Banyak yang mengaku terharu dan merasa terbantu atas inisiatif tersebut. “Saya pikir saya harus urus semuanya dari awal lagi dan bayar mahal. Tapi ternyata dibantu gratis, alhamdulillah,” kata Dedi (42), salah satu korban yang kehilangan rumah dan dokumen pribadinya.
Bantuan ini diharapkan bisa menjadi suntikan semangat bagi warga Kapuk Muara untuk bangkit dari keterpurukan. Meski musibah ini menyisakan duka mendalam, kehadiran aparat dalam bentuk nyata membuktikan bahwa solidaritas sosial masih hidup.
Pemerintah daerah juga telah menurunkan tim gabungan untuk membantu para korban, termasuk membuka dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta bantuan logistik seperti selimut dan makanan siap saji. Sejumlah organisasi sosial dan masyarakat pun turut turun tangan, membagikan bantuan secara langsung ke posko-posko pengungsian.
Kini, harapan mulai menyala perlahan di tengah puing-puing yang hangus terbakar. Langkah-langkah cepat dan nyata dari berbagai pihak, termasuk dari Ditlantas Polda Metro Jaya, menjadi bukti bahwa gotong royong dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama bangsa ini dalam menghadapi krisis.


