JAKARTA – Daging kurban, baik daging kambing maupun sapi, adalah sumber protein yang tinggi dan kaya zat besi. Namun, Sobat Holopis perlu tetap bijak dalam mengonsumsinya, terutama karena daging merah mengandung lemak jenuh yang bisa memicu naiknya kolesterol jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak diolah dengan cara yang sehat.
Idul Adha bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan, melainkan momen untuk tetap menjaga pola makan seimbang sambil menikmati keberkahan kurban.
Berikut beberapa tips penting agar Sobat Holopis tetap bisa menikmati daging kurban tanpa khawatir kolesterol melonjak.
Pilih Bagian Daging yang Lebih Rendah Lemak
Tidak semua bagian daging memiliki kadar lemak yang sama. Untuk konsumsi lebih sehat:
- Pilih bagian daging tanpa lemak, seperti has dalam, gandik, atau sirloin bagian tengah.
- Hindari bagian berlemak tebal, seperti brisket (sandungan) atau bagian berkulit dan berurat.
- Buang lapisan lemak putih yang terlihat sebelum memasak.
Batasi Konsumsi Jeroan
Jeroan seperti hati, paru, limpa, dan otak mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Meski lezat dan menggoda, sebaiknya :
- Batasi konsumsi jeroan maksimal sekali dalam seminggu, dan dalam porsi kecil.
- Hindari memasak jeroan dengan santan atau digoreng, karena meningkatkan kandungan lemak.
Gunakan Metode Memasak yang Sehat
Cara memasak sangat memengaruhi kadar lemak dalam makanan:
- Pilih metode rebus, kukus, tumis dengan sedikit minyak, atau panggang.
- Hindari menggoreng daging dalam minyak banyak atau memasaknya dengan santan kental.
- Sate bisa menjadi pilihan, tapi kurangi penggunaan kecap manis berlebihan dan hindari pembakaran terlalu gosong.
Imbangi dengan Sayuran dan Buah
Agar pencernaan lebih lancar dan kolesterol tetap terkontrol :
- Sajikan daging bersama sayuran hijau, tomat, wortel, atau mentimun sebagai pendamping.
- Konsumsi buah tinggi serat seperti apel, pepaya, atau pir setelah makan untuk membantu menurunkan kolesterol.
Minum Air Putih yang Cukup
Daging merah lebih sulit dicerna tubuh dibandingkan sumber protein lain. Minum air cukup membantu mempercepat proses metabolisme:
- Minum minimal 8 gelas air per hari, apalagi jika konsumsi daging sedang tinggi.
- Hindari minuman bersoda atau manis saat makan daging, karena bisa memicu peradangan.
Atur Porsi dan Frekuensi Makan Daging
Tidak perlu makan daging kurban setiap kali makan. Sebaiknya :
- Batasi konsumsi daging kurban maksimal 100–150 gram per hari.
- Berikan jeda satu hari untuk mengonsumsi sumber protein lain seperti tempe, tahu, atau ikan.
Olahraga Ringan Setelah Makan
Untuk membantu membakar kalori dan menjaga tubuh tetap bugar :
- Lakukan jalan santai 15–30 menit setelah makan.
- Jangan langsung tidur atau duduk lama setelah makan daging dalam porsi besar.
Menikmati daging kurban adalah bagian dari kebahagiaan Idul Adha, tetapi keseimbangan tetap menjadi kunci agar tubuh tetap sehat. Dengan memilih bagian daging yang tepat, mengatur cara memasak, dan membatasi porsi, Sobat Holopis bisa menikmati setiap hidangan tanpa rasa khawatir terhadap kolesterol. Jangan lupa, tubuh yang sehat adalah bentuk rasa syukur yang tidak kalah penting dari ibadah kurban itu sendiri.

