PDIP Puji Keakraban Prabowo-Megawati: Bukti Jiwa Kenegaraan Kedua Tokoh


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

JAKARTA - Kehangatan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali terlihat dalam momen Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6).

Momen kebersamaan ini mendapat perhatian publik dan dinilai mencerminkan jiwa kenegarawanan kedua tokoh nasional tersebut.

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyatakan bahwa hubungan antara Megawati dan Prabowo bukanlah sesuatu yang baru. Menurutnya, keduanya telah memiliki jalinan persahabatan yang kuat sejak lama, terutama dalam urusan strategis menyangkut ideologi Pancasila.

“Hubungan keduanya terajut baik sejak lama, baik dalam konteks politik maupun ideologi negara. Ini menunjukkan kedewasaan berpolitik dan ketulusan dalam menjaga bangsa,” ujar Said dalam keterangan tertulis yang dikutip Holopis.com, Selasa (3/6).

Said juga menyoroti momen silaturahmi Prabowo ke kediaman Megawati di Menteng yang terjadi pada 7 April lalu. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk penghormatan yang patut diapresiasi.

Prabowo sebelumnya juga telah melakukan hal serupa ke rumah para mantan pemimpin bangsa lainnya, mencerminkan etika politik yang penuh respek.

“Ini menjadi modal penting dalam membangun stabilitas politik di masa pemerintahan ke depan,” tambahnya.

Pidato yang Penuh Makna

Dalam pidatonya saat Upacara Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo juga menunjukkan rasa hormatnya dengan menyebut nama Megawati Soekarnoputri sebagai tokoh pertama, sebelum menyapa tokoh-tokoh lainnya.

“Sangat terlihat Presiden Prabowo memberi tempat terhormat kepada Ibu Mega, baik sebagai Presiden ke-5 RI maupun Ketua Dewan Pengarah BPIP,” ungkap Said.

Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan. Gagasan tersebut, menurut Said, tentunya disambut baik oleh Megawati sebagai tokoh nasional yang selama ini konsisten memperjuangkan Pancasila.

Tradisi Persatuan Antar Tokoh Bangsa

Said juga menyinggung bahwa keakraban antara Prabowo dan Megawati merupakan kelanjutan dari tradisi silaturahim para pemimpin bangsa terdahulu.

Ia mencontohkan hubungan Buya Hamka dan Presiden Soekarno, yang meskipun berbeda pandangan politik, tetap saling menghormati dan menjaga hubungan baik.

“Hal-hal seperti ini hanya bisa dimaknai oleh mereka yang sudah zuhud dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Said, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI.

Momen Santai Penuh Canda

Selain acara formal, momen akrab juga tertangkap di ruang tunggu Gedung Pancasila. Presiden Prabowo dengan santai melontarkan canda kepada Megawati soal penampilannya.

“Ibu agak kurus, Bu. Waduh, luar biasa. Ibu kurus. Diet Ibu berhasil,” canda Prabowo.

Megawati pun tersenyum dan menimpali, “Oh iya, diet kurus itu.”

Momen ini menjadi penegas bahwa kebersamaan kedua tokoh tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan personal, yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan politik nasional.

Tampilan Utama