Hari Pasar Modal Indonesia, Refleksi Perjalanan Investasi dari Kolonial ke Modern


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

JAKARTA - Setiap tanggal 3 Juni Indonesia memperingati Hari Pasar Modal sebagai momentum historis sekaligus refleksi atas perkembangan dunia investasi di tanah air. Peringatan ini mengacu pada peresmian kembali kegiatan pasar modal nasional pada 3 Juni 1977, yang menandai kebangkitan sektor finansial penting ini setelah masa vakum yang cukup panjang.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jejak pasar modal Indonesia sebenarnya telah ada sejak era kolonial. Sejarah mencatat bahwa cikal bakalnya dimulai pada tahun 1912 di Batavia (kini Jakarta) saat pemerintah Hindia Belanda mendirikan bursa efek untuk mendukung kegiatan ekonomi perusahaan dagang milik Belanda, Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

Namun, perkembangan pasar modal Indonesia pasca-kemerdekaan tidak berjalan mulus. Kegiatan perdagangan saham sempat terhenti total pada periode 1956 hingga 1977. Baru pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, tepatnya 3 Juni 1977, pasar modal diaktifkan kembali melalui peresmian Bursa Efek Jakarta. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pasar Modal Indonesia.

Seiring perjalanan waktu, pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dari hanya beberapa emiten dan investor di awal kebangkitannya, kini pasar modal telah menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional, dengan partisipasi dari berbagai kalangan, baik institusi besar maupun investor ritel.

Pasar modal sendiri merupakan tempat terorganisir untuk mempertemukan penjual dan pembeli produk investasi, seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Dalam konteks Indonesia, aktivitas ini difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX).

Sama seperti pasar tradisional, terdapat dua pihak utama dalam pasar modal: penjual dan pembeli. Penjual adalah pihak yang menerbitkan atau menjual instrumen investasi, biasanya berupa perusahaan efek atau sekuritas yang menjual saham milik emiten. Sedangkan pembeli adalah para investor, baik individu maupun institusi yang membeli instrumen tersebut sebagai bagian dari strategi keuangan dan investasi mereka.

Dengan terus meningkatnya literasi keuangan masyarakat serta dukungan teknologi, pasar modal kini menjadi semakin inklusif dan mudah diakses. Investor baru terus bermunculan, didorong oleh berbagai inisiatif edukatif dari regulator, bursa, dan pelaku industri.

Hari Pasar Modal Indonesia bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga momen untuk mengevaluasi kemajuan dan tantangan di sektor ini. Di tengah dinamika global dan gejolak ekonomi, keberadaan pasar modal yang kuat dan terpercaya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi serta membuka akses pendanaan bagi perusahaan-perusahaan nasional.

Tampilan Utama