JAKARTA – Timnas Indonesia boleh-boleh saja percaya diri tinggi jelang bentrok kontra Timnas China pada 5 Juni. Tapi Skuad Garuda kudu tetap ekstra hati-hati.
Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Indonesia akan menjamu China dalam matchday 9 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ini tak hanya laga hidup mati bagi tuan rumah, tapi juga bagi China yang tengah berada di ujung bedil.
Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Australia membuat Tim Naga terpuruk di dasar klasemen Grup C dengan torehan enam poin.
Kondisi ini membuat sang pelatih, Branko Ivankovic, berada dalam tekanan hebat. Juru taktik ber-KTP Kroasia tersebut terancam dipecat jika sampai gagal membawa China lolos ke Piala Dunia 2026.
Oleh karena itulah, Branko Ivankovic timnya harus menang atas Indonesia. “Salah selalu optimistis, termasuk melawan Indonesia,” katanya dilansir media China, 163.
Lantas, mengapa Skuad Garuda harus ekstra hati-hati? Pertama, China datang dengan bermodalkan kemenangan 2-1 pada pertemuan pertama tahun lalu. Saat itu, Indonesia masih diarsiteki pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Selain romantisme kemenangan itu, perlu digaris bawahi pula bahwa biar bagaimana pun China ingin mengulang sukses mereka kala lolos ke Piala Dunia 2002 yang dihelat di Korea Selatan dan Jepang.
Itulah kali pertama China unjuk aksi di pesta tertinggi balbalan empat tahunan besutan FIFA.
Hanya saja, ketika itu Tim Naga terpuruk tanpa kemenangan di fase grup. Bagaimana tidak, berada di Grup C, China harus berhadapan dengan raksasa Brasil serta dua tim kuda hitam yakni Turki, dan Kosta Rika.
Meski begitu, Piala Dunia 2002 menjadi cambukan bagi Branko Ivankovic dan semua pemainnya untuk mengulang sejarah. Salah satu cara adalah dengan mengalahkan Indonesia.
Hati-hati, Skuad Garuda!

