Turai Pro -Kontra Pulau Kucing, Rano Karno: Ini Tuh Baru Wacana
JAKARTA - Pembuatan Pualau Kucing yang digagas oleh Pemprov Daerah Khusus Jakarta menua pro dan kontra di kalangan masyarakat. Tidak sedikit warga Jakarta meminta Pemprov untuk mengkaji kembali, bahkan pernyataan serupa juga diutarakan oleh anggota DPRD.
Anggota DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo menilai pulau khusus untuk kucing di Kepulauan Seribu berisiko mengganggu ekosistem sehingga wacana itu tak perlu diteruskan.
"Pemindahan kucing-kucing liar dapat mengganggu ekosistem dan menimbulkan beban pemeliharaan jangka panjang," katanya seperti dikutip Holopis.com, Senin (2/6).
Untuk itu, ia meminta Pemerintah DKI Jakarta tidak meneruskan rencana membuat pulau kucing di Kepulauan Seribu terutama di terutama di Pulau Tidung Kecil yang akan digunakan sebagai lokasi pulau tematik kucing.
Francine, yang juga pegiat kesejahteraan hewan, mengingatkan kucing adalah predator alami bagi satwa liar, terutama burung. Pada 2019 Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta pernah melepasliarkan burung-burung kutilang di Pulau Tidung Kecil untuk konservasi spesies tersebut.
Hal serupa juga diutarakan oleh salah satu warga Cipayung, Jakarta Yudhistira (36), saat dihubungi Holopis Yudhis mengaku kurang setuju mengingat binatang kucing di Jakarta merupakan predator alami, sehingga pemindahan kucing bukan lah solusi.
“Ini bukan solusi, Takut ekosistem terganggu. Pemprov Jakarta kan sudah menjalankan program sterilisasi kucing gratis, saya rasa itu sudah membantu, hanya saja harus ditingkatkan lagi ,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, memastikan pemindahan kucing liar ke Pulau Kucing di Kepulauan Seribu hingga saat ini masih sebatas wacana. Pernyataan Rano itu disampaikan untuk merespons reaksi berbagai pihak atas kemungkinan tersebut.
"Ya, itu kan baru wacana. Kita lihat sendiri di Jakarta ini banyak kucing-kucing liar, walaupun sebenarnya ada komunitas yang merawat," kata Rano.
Bang Doel, sapaan karib Rano Karno mengatakan, ide pembuatan Pulau Kucing muncul karena banyaknya populasi kucing liar di Jakarta, meskipun sudah ada komunitas yang merawat mereka.
Dia mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dikenal sebagai pecinta kucing. Oleh karena itu, muncul wacana dari Pemprov DKI mengenai Pulau Kucing.
"Kemarin, Pak Gubernur ini kan pencinta kucing. Dia bilang, 'Wah, daripada mungkin diburu atau bagaimana, boleh juga kita tempatkan di Pulau Kucing.' Tapi ini masih wacana, Itu artinya, setiap usaha pemerintah daerah juga bertujuan memberikan fasilitasi," tutupnya.