JAKARTA – Hamas pada Minggu (1/6) mengatakan pihaknya menegaskan kesiapannya untuk memulai negosiasi tidak langsung mengenai gencatan senjata Gaza secepatnya. Dalam sebuah pernyataan pers, Hamas menyatakan apresiasinya atas upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh Qatar dan Mesir untuk menengahi kesepakatan gencatan senjata.
“Kami siap untuk segera memulai putaran negosiasi tidak langsung, guna menyelesaikan isu-isu yang belum terselesaikan dengan pihak lain,” demikian dikatakan Hamas, dikutip Holopis.com, Senin (2/6).
Lebih lanjut dikatakan Hamas, tujuan dari perundingan ini adalah untuk mengakhiri bencana kemanusiaan di Gaza dan memastikan pengiriman banuan kepada rakyat Palestina, serta memastikan pencapaian gencatan senjata.
Tak hanya itu, Hamas juga ingin memastikan penarikan penuh pasukan Israel dari jalur Gaza. Belum ada komentar langsung dari pihak Israel mengenai pengumuman Hamas tersebut. Namun, Panglima Militer Israel Eyal Zamir telah memerintahkan perluasan operasi darat ke daerah-daerah tambahan di bagian selatan dan utara Jalur Gaza.
Menurut sebuah pernyataan yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF), perluasan aktivitas akan terus berlanjut hingga terciptanya kondisi yang memungkinkan bagi pemulangan para sandera Israel dan kekalahan telak Hamas.
Sementara itu sebelumnya, Israel baru saja membuka jalur untuk bantuan dikirimkan ke Gaza. Namun komunitas internasional mengatakan Israel hanya mengizinkan sedikit bantuan yang tidak cukup untuk masyarakat Gaza.
“Bagaikan setetes air di lautan,” kata Under-Secretary General PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher.
Saat ini sejak 7 Oktober 2023, sebanyak 62.614 masyarakat Palestina meningeal dunia karena serangan pasukan Israel. Sementara itu 1.139 masyarakat Israel meninggal dunia karena Hamas.

