Tema Hari Pancasila 2025 : Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya
JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengeluarkan surat edaran Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025.
Surat edaran yang dirilis pada tanggal 30 Mei 2025 tersebut mencantumkan tema yang akan diangkat dalam perayaah peringatan hari lahir Pancasila tersebut. Yakni "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya".
"Tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025: “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini," tulis isi SE yang ditandatangani secara digital oleh Yudian seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (31/5/2025).
Dalam rangka memperingati momentim simbolis tersebut, BPIP menyerukan kepada kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada hari Senin, 2 Juni 2025.
Namun upcara kenegaraan akan dilaksanakan di Gedung Pancasila Jakarta pada hari Senin, 2 Juni 2025 pukul 10.00 WIB, dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia serta para pimpinan Kementerian dan Lembaga.
Selain itu, para pimpinan Badan Usaha Milik Negara dan tokoh hingga tamu undangan juga akan ikut dalam prosesi Upacara tersebut.
"Seluruh instansi pemerintah dan satuan pendidikan formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 secara luring di lingkungan masing-masing, pada hari Senin, tanggal 2 Juni 2025," lanjut dalam beleid 5 huruf d.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni merujuk pada momen bersejarah ketika Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menyampaikan pidato monumental dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai pada 1 Juni 1945.
Selain itu, peringatan ini juga diklaim merupakan momentum sidang BPUPKI pada tanggal 28 Mei - 1 Juni 1945, di mana para tokoh founding fathers menggagas dasar negara Indonesia merdeka. Sejumlah tokoh yang dimaksud seperti; Muhamma Yamin, Soepomo, dan juga Soekarno.
Namun demikian, Pancasila yang muncul dalam momentum 1 Juni adalah;
Sila Pertama : "Kebangsaan",
Sila Kedua : "Internasionalisme atau Perikemanusiaan",
Sila Ketiga : "Demokrasi",
Sila Keempat : "Keadilan sosial", dan
Sila Kelima : "Ketuhanan yang Maha Esa".