JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menggelar tasyakuran dalam rangka mengucap syukur atas pencapaian stok beras sebanyak 4 juta ton secara nasional.
Ia berharap dengan doa para tahfidz Alquran dan para anak yatim, Indonesia selalu diberikan keberkahan oleh Tuhan, serta pencapaian-pencapaian yang diinginkan dapat terlaksana dengan baik.
“Semoga dengan doa anak-anak yatim dan para hafidz, kita diberi kekuatan untuk terus menjaga pangan bangsa,” kata Andi dalam keterangan persnya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (31/5/2025).
Kegiatan pengajian bersama tahfidz Alquran dan anak yatim ini dilaksanakan di kediaman pribadinya pada hari Jumat, 30 Mei 2025 kemarin.
Sementara itu, acara pengajian dan doa bersama ini juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para hafidz, santunan kepada anak-anak yatim, serta doa untuk keberkahan pertanian Indonesia ke depan.
Dalam kesempatan itu, Andi Amran pun menekankan kembali, bahwa langkah keras pemerintah pusat dalam upaya menjaga pasokan pangan tidak sekadar amanat Undang-Undang, akan tetapi amanat dari Sang Maha Pencipta.
“Karena kedaulatan pangan bukan hanya target, tapi amanah dari Allah SWT yang harus dijaga bersama,” sambungnya.
Selanjutnya, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa upaya kombinasi dari refocusing anggaran, sarana produksi baik benih, pupuk, alat dan mesin pertanian atau alsintan, irigasi, pompanisasi, serta teknologi modern menjadi kunci keberhasilan capaian produksi beras nasional yang tinggi di tahun 2025.
Bahkan kata Mentan, capaian ini juga tidak lepas dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, yang secara konsisten mendorong berbagai kebijakan strategis melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres), mulai dari reformasi distribusi pupuk hingga penguatan peran penyuluh pertanian.
“Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” paparnya.
Dalam amanat Presiden Prabowo kepada dirinya, pemerintah akan terus mengawal penuh para petani agar tetap bisa mencapai hasil panen yang maksimal demi menjaga stok dan pasokan pangan nasional. Salah satu hal yang dapat dicapai adalah dengan memastikan kesejahteraan para petani Indonesia tetap terjaga.
“Presiden Prabowo memerintahkan agar kesejahteraan petani benar-benar dikawal. Setiap kebijakan pemerintah harus berpihak kepada petani,” ujar Mentan Amran.
Lebih lanjut, Andi pun mengatakan bahwa pencapaian 4 juta ton beras ini pun sejalan dengan performa luar biasa Bulog yang mencatat rekor serapan tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Hingga akhir bulan Mei 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal.
“Capaian ini melonjak lebih dari 400% dibandingkan rata-rata serapan pada periode yang sama dalam lima tahun terakhir yang hanya berada di kisaran 1,2 juta ton,” pungkasnya.

