Ngeyel soal Penggusuran, Aura Cinta dan Bapaknya Kena Ulti Dewi Perssik


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

JAKARTA - Kasus penggusuran yang dilakukan Pemprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi masih menuai perbincangan hangat. Pasalnya, Aura Cinta dan orang tuanya masih terus bersuara usai rumahnya digusur karena menduduki lahan pemerintah di bantaran Kali Bekasi, Jawa Barat.

Dalam sebuah talkshow, Aura Cinta hadir bersama dengan ayahnya, Agus membahas kembali soal penggusuran rumah yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena menduduki lahan yang bukan hak mereka.

Menurut Aura, seharusnya Pemprov Jawa Barat tidak asal menggusur rumah mereka. Perlu ada sosialisasi yang humanis terhadap warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di kawasan bantaran kali tersebut.

"Ya penggusuran ini harusnya masyarakatnya dirangkul dulu. Nah, itu dirangkul kan setelah saya viral, setelah saya speak up tentang penggusuran, sebelumnya nggak ada," kata Aura dalam paparannya seperti dikutip Holopis.com, Jumat (30/5/2025).

Ia mengaku bahwa sosialisasi rencana penggusuran oleh Pemprov Jawa Barat tersebut tidak dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat yang baik.

"Masyarakat tidak musyawarah gitu lah untuk penggusuran, nggak tiba-tiba dikasih SP (surat peringatan)," ujarnya.

Lantas, Dewi Perssik yang menjadi host dalam talkshow tersebut pun mengatakan, bahwa sebulan sebelum kebijakan eksekusi penggusuran rumah di lahan tersebut, pemerintah setempat sudah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga.

Namun, wanita bernama lengkap Egalita Aurelia Devi Artamevia tersebut menilai, bahwa satu bulan peringatan sebelum penggusuran bukan waktu yang tepat. Sebab untuk mencari kontrakan baru dan mengangkut barang-barang dari rumahnya, waktunya pun dinilai tidak cukup.

"Iya, satu bulan itu kan belum telalu jelas mau dibikan apa, berapa meter begitu. Apalagi cuman satu bulan kan pindah itu nggak cukup lho buat ngangkutin barang, apalagi cari kontrakan ya," ucap Aura.

Mendapati jawaban ngeyel Aura Cinta, Dewi Perssik pun mempertanyakan kepada Agus selaku ayah Aura, apakah dirinya sama sekali tidak pernah mendidik anaknya itu secara benar, bahwa menempati lahan yang tidak semestinya, apalagi itu adalah tanah pemerintah adalah sesuatu yang berisiko tinggi untuk digusur.

"Apakah bapak tidak mendidik anak bapak untuk berbicara tentang bagaimana hak-haknya kita yang tinggal di tempat pemerintah, yang bukan hanya kita ya ?," tanya Dewi.

Agus pun menjawab bahwa hal itu memang tidak pernah sama sekali diajarkan kepada anaknya itu. Sebab menurut Agus, hal itu menjadi urusan orang tua saja, sementara anak tidak perlu tahu menahu.

"Selama ini kita nggak menyampaikan masalah tanah, kita anggap itu masalah orang tua ya, jadi kita nggak pernah itu (menjelaskan ke anak -red)," jawab Agus.

Tampilan Utama