JAKARTA – Isu dugaan ijazah palsu yang menimpa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perbincangan publik.
Namun, sebuah survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan fakta mengejutkan. Mayoritas masyarakat Indonesia tidak percaya, bahwa Jokowi memalsukan ijazahnya.
Dalam survei nasional yang dilakukan pada 17–20 Mei 2025, Indikator Politik mengungkap bahwa 66,9 persen responden tidak mempercayai tuduhan ijazah palsu terhadap Jokowi. Bahkan, di antara mereka yang mengetahui kasus ini, 69,9 persen menyatakan tidak percaya terhadap tuduhan tersebut.
“Mayoritas tahu soal kasus ini, yakni sebanyak 75,9 persen responden,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, dalam pemaparan daring pada Selasa (27/5).
Temuan Lengkap Survei:
Tingkat Pengetahuan Publik:
- 75,9% responden tahu soal isu ijazah palsu Jokowi.
Tingkat Kepercayaan Publik (Total Responden):
- 66,9% tidak percaya Jokowi palsukan ijazah
- 19% percaya
- Sisanya tidak tahu/tidak jawab
Tingkat Kepercayaan (di kalangan yang tahu isu):
- 69,9% tidak percaya
- 24,3% percaya
- 5,8% tidak jawab
Survei ini menggunakan metode random double sampling, melibatkan 1.286 responden dari seluruh Indonesia. Wawancara dilakukan via telepon dengan margin of error ±2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebagaimana diketahui, kasus dugaan ijazah palsu mencuat sejak beberapa tahun terakhir dan sempat dibawa ke jalur hukum. Meski pihak Universitas Gadjah Mada dan instansi terkait telah menyatakan keaslian ijazah Jokowi, isu ini tetap digulirkan oleh sebagian kelompok dan menjadi bahan spekulasi di media sosial.
Namun hasil survei Indikator menunjukkan, upaya tersebut gagal mempengaruhi mayoritas publik.
Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia semakin kritis, rasional, dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi politik yang tidak berbasis fakta.
Meskipun isu ijazah menjadi viral dan terus diangkat, kepercayaan terhadap integritas Jokowi masih relatif kuat di mata publik.

