JAKARTA – Beberapa musim lalu, Raheem Sterling merupakan salah satu bintang permainan di pentas Premier League. Aksinya selalu dinanti karena dari kepala dan kakinya kerap mengalir gol dan assist.
Siapa yang tak kenal Raheem Sterling. Ia pernah memperkuat Liverpool, Manchester City, dan Chelsea. Chelea akhirnya memutuskan meminjamkannya ke Arsenal, terhitung sejak Agustus 2024.
Meski pernah berkostum Liverpool, Raheem Sterling menemui puncak kariernya bersama Manchester City. Di sana ia memenangkan banyak gelar, termasuk empat trofi Premier League musim 2017/2018, 2018/2019, 2020/2021, dan 2021/2022.
Ia juga ikut membawa City ke final Liga Champions 2020/2021, namun kandas di kaki Chelsea dan harus puas sebagai runner up.
Sayang, penyerang yang kini berusia 30 tahun dilepas ke Chelsea pada 2022. Dari sinilah kariernya mulai meredup. Gagal bersaing, The Blues lalu melepasnya ke Arsenal sebagai pemain pinjaman.
Dilansir Givemesport belum lama ini, awal kehidupan di London utara jauh dari kata baik. Dengan kata lain, pilar yang juga pernah menjadi bagian dari skuad utama Timnas Inggris gagal bersinar.
Cedera demi cedera yang menerpa membuat Raheem Sterling tak banyak mendapat menit bermain dari sang pelatih The Gunners, Mikel Arteta.
Total, sepanjang musim 2024/2025, Raheem Sterling yang dulu disebut bakat terbesar di sepak bola Inggris hanya mencatat 433 menit bermain. Selama waktu itu, ia hanya mencetak satu gol.
Bagaimana dengan musim depan? Raheem Sterling pastinya berharap bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi bintang pertandingan.
Akan tetapi semuanya berpulang kepada Mikel Arteta apakah ia akan memberi banyak waktu bermain kepada Raheem Sterling. Atau bukan tak mungkin pula Arsenal memilih mengembalikannya ke Chelsea.


