JAKARTA – Generasi penikmat sepak bola saat ini sepertinya sudah tak lagi mengenal Mario Balotelli. Namun, bagi generasi sebelumnya, Balotelli adalah seorang bintang yang aksinya selalu dinanti.
Di masa jayanya, Balotelli pernah memperkuat tim-tim beken dan keren macam Inter Milan, AC Milan, Manchester City, dan Liverpool.
Sayang berjuta sayang, seiring berjalannya waktu karier striker yang kini berusia 34 tahun itu mulai meredup seiring kepindahannya ke Prancis dan kemudian kembali ke Italia lalu merapat ke kandang Brescia, Monza, dan lanjut ke Turki bersama Adana Demirspor.
Mantan mesin gol Timnas Italia tersebut juga pernah ‘terbuang’ ke Swiss, merumput bareng Sion dan selanjutnya kembali ke Turki menerima pinangan Adana Demirspor.
Terhitung sejak 2024, Super Mario memilih pulang ke Italia setelah Genoa meminangnya dan bertahan di sana hingga kini.
Kegagalan membuat Balotelli mendapat rasa prihatin dari banyak pihak, mengingat ia punya bakat yang luar biasa.
Hanya saja, sikap indisipliner serta serangkaian kontroversi lainnya membuat karier Balotelli tersandung oleh ulahnya sendiri.
Balotelli, belum lama ini blak-blakan mengenai masa depannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada fans yang selama ini telah memberikan dukungan kepadanya.
“Saya berterima kasih dengan fans yang mencintai saya, tetapi saya mmbuat salah memilih klub. Rasanya saya tidak akan bermain lagi di Italia atau Eropa. Saya akan bermain dua atau tiga tahun di tempat lain sebelum saya berhenti,” katanya.
Pernyataan Balotelli berkaitan dengan masa-masa akhirnya di Genoa. Berdasarkan kontrak, kebersamaannya dengan klub itu akan rampung pada musim panas 2025.
Lantas, ke mana Balotelli melanjutkan karier? “Ya, Amerika. Saya akan bermain dua atau tiga tahun sebelum saya berhenti,” katanya.

