JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu menganulir statemen publik bahwa aplikator transportasi online, seperti ; GoJek, Grab, Maxime, dan lain sebagainya merupakan pahlawan dalam sektor penggerak ekonomi negara.
Mantan pimpinan Forum Kota (ForKot) tersebut menyebut, bahwa aplikator ini tidak menciptakan lapangan kerja baru, melainkan hanya sekadar menambah teknologi ke pekerjaan yang sebelumnya sudah ada, yakni ojek pangkalan dan driver taksi.
“Banyak orang bercerita bahwa transportasi online ini menciptakan lapangan pekerjaan. Karena sebelum ada mereka, ojek pangkalan sudah ada,” kata Adian dalam Forum legislasi yang mengusung tema ‘Efisiensi RUU Transportasi Online’ yang digelar di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/5/2024) seperti dikutip Holopis.com.
Bahkan kata Adian, keberadaan aplikator saat ini pun sama sekali tidak menambah jumlah pekerjaan di Indonesia. “Mereka cuma menambahkan teknologi, menginjeksi teknologi saja apakah ada penambahan signifikan,” sambungnya.
Lantas, Adian pun menilai bahwa belum ada riset yang membuktikan jumlah pengemudi ojek online (ojol) tidak banyak bertambah dari sebelum maupun sesudah adanya aplikator-aplikator transportasi online tersebut.
Bahkan ia juga menyinggung terkait merchant yang ikut menggunakan jasa aplikator itu. Ia berpendapat bahwa peran aplikator tidak bisa dikatakan pahlawan karena mereka masih mengambil keuntungan.
“Lalu kemudian ada merchant dan pedagang-pedagang, sebelum ada mereka juga sudah ada pedagang. Mereka cuma menyambungkan, lalu apa jasa mereka nyambungin jasa itu,” kata dia.
Adian menilai bahwa permintaan pengemudi ojol ini cukup sederhana. Yaitu mereka ingin anak mereka mendapat pendidikan yang layak, kemudian hak untuk memberikan nafkah yang pantas kepada keluarga mereka dari aktivitasnya menjadi driver online tersebut.
Dengan demikian, ia berharap para pemangku kebijakan dalam bisnis aplikasi transportasi online itu memberikan perhatian khusus kepada mitra kerja mereka, dan menurutnya pun permintaan tersebut tidak terlalu bermuluk-muluk.
“Diharapkan pihak aplikator agar dapat memastikan pengemudi Ojol mendapatkan pendapatan yang cukup. Demi untuk mewujudkan keinginannya,” pungas Adian.


