SEMARANG – Program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang digulirkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam 100 hari kerja mereka mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Jumain, warga Kota Semarang, adalah salah satu yang merasakan manfaat langsung dari program pemutihan pajak kendaraan tersebut.
Berdasarkan pengakuannya, Jumain menunggak pembayaran PKB selama enam tahun. Seharusnya, total tagihan mencapai lebih dari Rp9 juta. Namun berkat program pemutihan, ia hanya perlu membayar Rp2,5 juta.
“Sekarang bayar saya Rp2,5 juta karena ada pemutihan pajak. Programnya Pak Gubernur ini sangat membantu, bagi masyarakat yang menunggak pajak kendaraan yang mati,” ucapnya di Samsat Kota Semarang II, Senin (26/5) seperti dikutip Holopis.com Jateng.
Ia mengaku tunggakan pajak membuatnya stres, karena semakin lama justru semakin bertambah nilainya. “Kalau tidak ada program pemutihan, mungkin sampai sekarang belum bisa bayar,” katanya.
Senada dengan itu, Rahardian Iqsan, warga Bulusan, juga ikut memanfaatkan program ini setelah sempat menunggak pembayaran PKB karena kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Program ini sangat membantu, yang awalnya saya pasrah, sekarang mumpung ada murah, ya udah ikut,” ujar pria berusia 49 tahun tersebut.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk konkret dari filosofi ngopeni lan ngelakoni yang menjadi jargonnya semasa Kampanye, dengan arti merawat dan melayani masyarakat Jawa Tengah.
Ahmad Lutfi menyebut, pemutihan PKB tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk taat pajak.
“Ini memberikan kemudahan dan keringanan bagi pemilik kendaraan,” jelas mantan Kapolda Jateng tersebut.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, Luthfi menyebut program ini berdampak positif pada pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga pada akhirnya, dapat meningkatkan sarana dan prasarana di daerah.
“Ini jadi semacam euforia bagi masyarakat. Satu sisi PAD pemprov dan kabupaten/kota lebih bagus, secara tak langsung akan menambah pembangunan sarana prasarana di wilayah masing-masing,” tandasnya.

