JAKARTA – Platform media sosial TikTok kembali diramaikan oleh tren visual baru yang memikat jutaan pengguna. Kali ini, filter berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan, karena mampu mengubah foto wajah seseorang menjadi video sinematik berkarakter putri duyung yang memesona.
Tren ini viral sejak pertengahan Mei 2025, ketika sejumlah kreator konten mulai membagikan hasil transformasi AI yang menampilkan wajah mereka dalam versi fantasi bawah laut.
Dengan tampilan makeup glamor, rambut bergelombang layaknya air laut, dan latar belakang dunia laut yang magis, filter ini langsung menarik perhatian netizen.
Tak hanya sekadar efek visual, filter ini juga menghasilkan video pendek berdurasi sekitar 5–10 detik, lengkap dengan animasi wajah yang tampak hidup. Ekspresi, kedipan mata, hingga gerakan kepala dibuat sangat realistis, menciptakan kesan seperti cuplikan film fantasi. Banyak pengguna menyebut hasilnya “setara CGI film animasi”.
Proses editnya pun cukup mudah. Pengguna hanya perlu mengunggah satu foto selfie, lalu memilih tema putri duyung yang diinginkan. Dalam hitungan detik, AI akan memproses gambar tersebut menjadi video beresolusi tinggi.
Beberapa aplikasi yang digunakan dalam tren ini antara lain CapCut AI, Remini AI Video, dan AI Fantasy Princess.
Di balik kehebohan ini, tren AI Mermaid Video juga memicu diskusi seputar etika deepfake dan privasi digital. Meski tujuannya hiburan, para ahli menyarankan agar pengguna tetap bijak saat mengunggah foto pribadi untuk diproses oleh sistem AI.
Namun demikian, daya tarik filter ini tak terbantahkan. Dengan menggabungkan teknologi dan imajinasi, tren ini memberi ruang bagi siapa pun untuk “bermimpi menjadi putri duyung”, walau hanya dalam beberapa detik video TikTok.

