JAKARTA – Bencana angin kencang melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur sejak Senin (26/5).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, angin kencang berlangsung ketika hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
“Cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan 17 rumah rusak ringan, sembilan rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (27/5).
Abdul kemudian menjelaskan bahwa kejadian angin kencang ini berdampak pada 27 Kepala Keluarga (KK) atau 111 jiwa terdampak.
Sebagai bentuk respon cepat, BPBD dan pihak terkait segera melakukan peninjauan serta penanganan awal di lokasi kejadian. Koordinasi lintas sektor dijalankan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik, termasuk pemberian imbauan agar warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Selain itu, Abdul memastikan bahwa BPBD juga telah menyiapkan langkah lanjutan, termasuk rencana pelaksanaan Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) serta distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan awal.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan risiko bencana akibat cuaca ekstrem, Abdul mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi perkembangan cuaca, menghindari aktivitas di area rawan seperti lereng curam dan bantaran sungai saat hujan deras, serta tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau.
“Warga juga diingatkan agar segera melaporkan kepada BPBD setempat jika menemukan tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, pohon tumbang, atau kenaikan debit sungai,” imbaunya.

