JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan fase konsolidasi dalam kisaran 7.200–7.300 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini.
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menyampaikan, bahwa peluang konsolidasi tersebut menyusul dinamika global dan domestik yang memengaruhi sentimen pelaku pasar.
“IHSG pada pekan ini diperkirakan melanjutkan konsolidasi pada rentang 7200-7300,” ujar Ratna dalam riset hariannya, yang dikutip Holopis.com, Senin (26/5).
Pada penutupan perdagangan Jumat (23/5) pekan lalu, IHSG ditutup menguat ke level 7.214, atau naik 0,658 persen. Sepanjang pekan lalu, pergerakan indeks cenderung sideways dengan kecenderungan menguat.
Adapun penguatan terarbut ditopang oleh beberapa faktor positif seperti penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), penguatan nilai tukar rupiah, serta minat beli yang cukup kuat dari investor asing.
Ratna juga mencatat bahwa histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih memberikan sinyal momentum positif, didukung oleh volume perdagangan yang menunjukkan minat beli yang signifikan.
“Beberapa indikator teknikal IHSG menunjukkan overbought namun belum ada indikasi pembalikan arah. Perlu diwaspadai potensi profit taking (ambil untung) menjelang long weekend,” terangnya.
Dari sisi global, tekanan datang dari pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump pada Jumat (23/5), yang mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 50 persen terhadap produk dari Uni Eropa mulai 1 Juni 2025.
Tak cuma itu, ancaman tarif 25 persen untuk impor iPhone yang tidak diproduksi di Amerika Serikat juga membuat indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan lalu.
Di sisi domestik, pemerintah Indonesia dijadwalkan mengumumkan kebijakan stimulus ekonomi pada 5 Juni 2025 untuk mendorong aktivitas sektor riil dan konsumsi masyarakat.
Sementara itu, dari mancanegara, investor juga menanti rilis sejumlah data ekonomi penting. Dari Amerika Serikat, akan dirilis data durable goods orders, S&P/Case-Shiller Home Price Index, consumer confidence, Core PCE Price Index, serta risalah rapat FOMC.
Dari kawasan Eropa, Jerman akan mengumumkan data consumer confidence, tingkat pengangguran, dan retail sales. Jepang juga dijadwalkan merilis data keyakinan konsumen, produksi industri, dan tingkat pengangguran.
Sementara dari Tiongkok, akan dirilis data NBS Manufacturing PMI.
Di tengah potensi konsolidasi pasar, Phintaco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang bisa menjadi top picks pada pekan ini, diantaranya yakni saham KLBF, TOWR, MBMA, AUTO, dan BBYB.

