Final Destination : Apakah Kematian di Seluruh Franchise Berawal dari Skyview?
JAKARTA - Tak hanya mengobati rasa kangen dari seluruh penggemar setia franchise film Final Destination, kembalinya Final Destination dengan judul Bloodlines juga memberikan fakta dan plot twist terbaru. Meskipun film terbaru dari seluruh franchise dan dirilis tahun 2025, namun ternyata Final Destination Bloodlines menceritakan Iris Campbell (Brec Bassinger) yang mengalami premonition (penglihatan/firasat) di tahun 1968.
Iris yang menghalani banyak kematian dalam insiden Skyview ternyata berakibat kepada banyak kematian tragis hingga di masa depan. Para penggemar setia pun langsung mempertanyakan apakah kejadian di Skyview tersebut memiliki koneksi ke semua film Final Destination dari tahun 2000 hingga 2011.
Ternyata, ini adalah jawaban serta fakta-fakta dari produser dan pembuat film.
1. Sekilas Terlihat Terkait, Tapi Kenyataannya Tidak
Sobat Holopis, kemungkinan besar kamu sempat mengira bahwa semua firasat yang muncul di film Final Destination berasal dari satu sumber, yakni penglihatan Iris. Apalagi dalam Bloodlines, Stefani memiliki mimpi buruk yang tampaknya terhubung langsung dengan kenangan neneknya tentang tragedi Skyview. Sekilas, ini seperti petunjuk bahwa semua bencana yang berhasil dihindari dalam film-film sebelumnya adalah bagian dari efek lanjutan dari satu insiden utama di masa lalu.
Namun, teori ini ternyata tidak didukung oleh alur cerita yang sudah dibangun sejak film pertama. Dalam film-film sebelumnya, para tokohnya memiliki firasat mereka sendiri, dan tidak ada bukti bahwa mereka adalah keturunan penyintas Skyview. Bahkan, Stefani sendiri tidak pernah memiliki penglihatan seperti protagonis film lainnya dia hanya mewarisi trauma dan informasi dari neneknya. Hal ini menunjukkan bahwa insiden Skyview dan peristiwa-peristiwa lain dalam franchise ini kemungkinan terjadi secara paralel, tanpa hubungan darah atau sebab akibat yang sama.
2. Teori Skyview Sempat Dipertimbangkan, Tapi Tidak Diterapkan
Yang menarik, Sobat Holopis, para pembuat film Bloodlines memang sempat mempertimbangkan untuk mengaitkan semua peristiwa Final Destination dengan tragedi Skyview. Dalam sebuah wawancara dengan sutradara Zach Lipovsky dan Adam Stein, mereka mengakui bahwa ide tersebut pernah dibahas saat proses awal pembuatan naskah. Namun, akhirnya konsep ini dibatalkan karena dinilai tidak sesuai dengan cerita keseluruhan yang sudah mapan sejak film pertama.
Memang, ada beberapa elemen yang membuat teori ini sempat terdengar masuk akal, seperti kemunculan kembali karakter William Bludworth dan penyebutan tokoh Kimberly Corman dari Final Destination 2. Tapi keputusan akhir adalah menjaga Skyview sebagai cerita terpisah, agar tidak membatasi ruang eksplorasi untuk cerita-cerita baru di masa depan.
3. Mengapa Menghubungkan Semua Kematian ke Skyview Justru Bisa Jadi Masalah?
Jika semua korban Final Destination memang terhubung ke Skyview, maka seharusnya orang tua mereka sudah meninggal sebelum cerita-cerita dalam film terjadi. Padahal, banyak tokoh utama, seperti Alex Browning dan Wendy Christensen, masih tinggal bersama orang tua mereka ketika mengalami firasat. Fakta ini jelas bertentangan dengan ide bahwa mereka adalah keturunan dari para penyintas Skyview yang seharusnya sudah lama menjadi target Kematian.
Selain itu, Sobat Holopis, jika franchise ini dipaksa untuk menyatukan semua cerita lewat insiden Skyview, maka ruang untuk mengembangkan kisah-kisah baru akan jadi sangat terbatas. Justru karena setiap kejadian berdiri sendiri dan tidak bergantung pada satu asal usul, waralaba Final Destination bisa terus tumbuh dengan ide-ide baru yang lebih segar dan menegangkan.
Kesimpulannya?
Meski insiden Skyview dalam Final Destination: Bloodlines adalah titik balik penting dalam film tersebut, tidak ada bukti kuat bahwa semua kematian di film-film sebelumnya berasal dari kejadian itu.
Baik dari sisi cerita maupun konfirmasi dari pihak pembuat film, Skyview hanya menjadi bagian dari satu cabang cerita, bukan akar dari segalanya. Dan justru karena tidak semuanya saling terkait, franchise ini tetap menarik dan penuh kemungkinan baru untuk film-film selanjutnya.
Sobat Holopis sudah nonton semua Final Destination belum?