Review : Final Destination Bloodlines, Konyol, Tapi Bikin Puas Penggemar Setia

0 Shares

JAKARTA Film franchise supernatural horor Final Destination yang populer dan membuat banyak generasi milenial trauma, akhirnya kembali lagi dengan film terbaru dan menghiasi layar-layar bioskop di selutruh Tanah Air. Final Destination kembali dengan judul Final Destination Bloodlines dan menghadirkan para karakter-karater baru, seperti Stefani Reyes (Kaitlyn Santa Juana ), Charlie Reyes (Teo Briones), Erik Campbell (Richard Harmon), Rya Khilstedt (Darlene Campbell), Iris Campbell muda (Brec Bassinger) dan masih banyak lagi.

Meskipun ini adalah Final Destination terbaru, namun ternyata alur Final Destination kali ini menunjukkan flashback di tahun 1968, yang memberikan isyarat bahwa ini bisa saja menjadi awal mual kisah horor yang ada di Final Destination 1 (2000) hingga Final Destination 5 (2011).

- Advertisement -

Sinopsis

Tahun 1968, sebuah menara restoran mewah bernama Skyview dibuka dengan megah. Di tengah pesta dansa yang meriah, Iris Campbell mendapat penglihatan mengerikan: sebuah pecahan lampu gantung jatuh, memecahkan lantai kaca, memicu ledakan gas, dan meruntuhkan seluruh gedung membunuh semua orang yang hadir malam itu. Tapi itu tak pernah terjadi, karena Iris menghentikannya.

Lima dekade kemudian, seorang mahasiswi bernama Stefani Reyes mulai dihantui mimpi buruk yang seolah terlalu nyata. Ternyata, darah dalam tubuhnya menyimpan rahasia kelam rahasia tentang bagaimana neneknya pernah mengalahkan Kematian. Tapi dalam dunia Final Destination, tidak ada yang benar-benar lolos. Ketika satu nyawa diselamatkan, kematian akan menagih kembali… satu per satu.

- Advertisement -

Saat anggota keluarganya mulai tewas dalam kecelakaan-kecelakaan tragis yang mustahil dijelaskan, Stefani menyadari bahwa dirinya dan seluruh garis keturunannya tak pernah seharusnya ada. Kini, untuk bertahan hidup, ia harus menghadapi kutukan yang sudah menanti selama puluhan tahun. Bisakah seseorang benar-benar menipu kematian, atau semua hanya soal waktu?

Review Final Destination Bloodlines

Secara keseluruhan, film ini masih menampilkan keseruan dan rasa deg degan yang diberikan oleh film-film Final Destination terdahulunya. Kematian-kematian sadis setelah momen-momen tak terduga terus ditunjukkan kreatif yang bisa membuat penonton geleng-geleng kepala hingga tertawa.

Alur cerita yang dipilih terkait kejadian yang ternyata diawali di tahun 60an juga membuka banyak peluang untuk perjembangan alur cerita Final Destination di ke depannya sehingga tidak hanya sekedar urutan mati yang sadis kepada deretan karakter.

Meski demikian, masih banyak kejanggalan-kejanggalan dan plot holes yang membuat arus cerita tak masuk akal. Seperti mengapa karakter bisa melindungi diri dari kematian karena di dalam ruangan, dan tidak terkena penyakit dalam seperti sakit jantung dll, atau mengapa memiliki anak tidak menghentikan rantai kematian, seperti yang pernah dijelaskan di Final Destination 1.

Meski demikian bagi yang tak peduli dengan plot holes dan hanya ingin tontonan seru-seruan, film ini tetap bisa menjadi pilihan tepat.

Holopis.com memberikan Final Destination Bloodlines nilai 7/10. Sobat Holopis sudah pada nonton belum di bioskop?

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru