JAKARTA – Tanggal 24 Mei bukan hanya hari ulang tahun Ratu Victoria, tetapi juga diperingati sebagai International Tiara Day, sebuah hari unik yang mengajak siapa saja untuk mengenakan tiara dan merasakan sensasi menjadi bangsawan. Lebih dari sekadar aksesori gemerlap, perayaan ini memiliki makna simbolis yang kuat, terutama bagi perempuan yang ingin merayakan kekuatan, kepemimpinan, dan rasa percaya diri mereka.
Sejarah Singkat International Tiara Day
International Tiara Day pertama kali digagas oleh Barbara Bellissimo pada tahun 2005 sebagai bagian dari program pengembangan diri bernama Seasons of Success. Awalnya hanya direncanakan sebagai perayaan satu kali, namun kemudian menjadi acara tahunan setelah diadopsi oleh Lynanne White, pemilik toko bridal American Rose di Poulsbo, Washington.
Saat mengetahui bahwa tanggal tersebut bertepatan dengan ulang tahun Ratu Victoria, salah satu sosok perempuan paling berpengaruh dalam sejarah kerajaan Inggris White menetapkan tanggal 24 Mei sebagai hari tetap untuk memperingatinya setiap tahun.
Apa Itu Tiara dan Apa Maknanya?
Tiara adalah mahkota kecil berhias permata yang biasanya dikenakan oleh perempuan dalam acara formal. Dalam sejarah, mahkota semacam ini dipakai untuk menunjukkan status sosial dan kekuasaan, baik oleh raja Persia kuno, bangsawan Yunani-Romawi, maupun para ratu dan putri Eropa.
Meski di masa modern tiara sering dikaitkan dengan pernikahan atau kontes kecantikan, sebenarnya simbol tiara memiliki nilai yang lebih dalam—sebagai lambang keanggunan, kepemimpinan, dan kemuliaan hati. Bahkan, sejak era Napoleon, pemakaian tiara oleh perempuan mulai dikaitkan dengan kekuasaan dan status yang setara dengan laki-laki dalam struktur sosial.
Bagaimana Cara Merayakan International Tiara Day?
Merayakan International Tiara Day sangat mudah dan menyenangkan. Cukup kenakan tiara, tak peduli terbuat dari logam mulia atau plastik sederhana dan gunakan hari ini sebagai momen untuk:
- Menyatakan kepercayaan diri dan menghargai diri sendiri.
- Mengingat bahwa siapa pun bisa merasa seperti bangsawan, terlepas dari status atau penampilan.
- Mendorong perempuan untuk mengakui dan merayakan kekuatan kepemimpinan mereka.
- Mengadakan pesta kecil bertema kerajaan, sesi foto dengan tiara, atau berbagi cerita inspiratif tentang perempuan pemimpin di media sosial.
Tidak ada aturan tentang siapa yang boleh memakai tiara di hari ini—baik pria, perempuan, maupun anak-anak bisa ikut serta merayakan dengan semangat inklusivitas.
International Tiara Day bukan hanya soal kemewahan dan tampilan visual. Lebih dari itu, hari ini menjadi simbol pemberdayaan dan penghormatan terhadap perempuan dalam berbagai peran kepemimpinan.
Dengan mengenakan tiara, siapa pun dapat merasakan keanggunan dan martabat, sekaligus mengingatkan bahwa setiap individu berhak merasa berharga dan dihormati.
Jadi, siapa yang ingin Sobat Holopis nobatkan dan diberikan tiara tahun ini?


