JAKARTA – Lionel Messi tak ada habis-habisnya untuk dibicarakan. Maklum, selain Pele dan Diego Maradona, Messi juga termasuk legenda sepanjang masa yang terus menginspirasi.
Usai yang terus menanjak tak membuat eks penyerang Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) sepi pasaran serta kehilangan magis.
Di usianya yang sudah memasuki 37 tanun, pemilik delapan Ballon d’Or serta pemenangan banyak trofi bergengsi termasuk gelar jawara Piala Dunia 2022 masih menjadi pusat perhatian di pentas MLS, Amerika Serikat, dimana ia bermain bersama Inter Miami.
Sepanjang kariernya yang moncer, Messi tenyata sudah mendulang 866 gol gabungan di level klub dan Timnas Argentina. Data tersebut berdasarkan catatan Transfermarkt.
Dari sekian ratus gol tadi, ada satu gol yang paling difavoritkan Messi. Itu tersaji ketika Barcelona bersua Manchester United di final Liga Champions 2008/2009.
Mentas di Stadio Olimpico, Roma, Italia, pada 27 Mei 2009, saat itu Blaugrana menang dua gol tanpa balas atas Setan Merah.
Messi mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-70. Gol yang memang sangat berkelas. Melompat tinggi, Messi yang hanya punya tinggi badan tak lebih dari 170 cm. mampu memaksimalkan umpan lambung Xavi Hernandez dengan tandukan mematikan. Gol!
“Saya mencetak banyak gol yang mungkin lebih indah dan bernilai besar, juga karena pentingnya gol-gol tersebut, tetapi sundulan di final Liga Champions melawan Manchester United selalu menjadi favorit saya,” kata Messi kepada ESPN belum lama ini.

