SIAGA 98 Dorong Aparat Tak Gentar Berantas Korupsi, Amanat Reformasi dan Dijamin Prabowo


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

JAKARTA - Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin menyarankan agar KPK, Kejaksaan Agung dan Polri bekerja sama secara aktif dan kolaboratif dalam penindakan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Apalagi kata dia, pemberantasan korupsi menjadi agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sehingga ia yakin bahwa Presiden akan all out mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menindak para pelaku korupsi di dalam negeri.

"Pihak Kejaksaaan, KPK dan Polri harus menggunakan momentum dukungan ini untuk mengungkap kasus-kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara yang besar, khsususnya terkait Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kejahatan ekonomi di sektor perbankan, pertanian, industri dan perdagangan, dll," kata Hasanuddin dalam siaran persnya yang diterima Holopis.com, Rabu (21/5/2025).

Diterangkan Hasanuddin, bahwa korupsi adalah kejahatan yang sangat luar biasa. Sebab yang dirugikan oleh dari praktik korupsi bukan hanya negara, melainkan rakyat secara menyeluruh.

Bahkan ditekankan dia, pemberantasan korupsi pun menjadi salah satu agenda reformasi, di mana hal itu telah menjadi perjuangan para aktivis 98.

"Salah satu agenda reformasi 98 adalah pemberantasan korupsi. Korupsi tidak hanya merusak perekonomian nasional, tetapi juga merusak sendi-sendi kehidupan bernegara," ujarnya.

Oleh sebab itu kata Hasanuddin, pemberantasan korupsi dan penyelenggaraan negara yang terbebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) menjadi salah satu agenda penting sejak peristiwa Mei 1998.

Dan ia merasa bersyukur bahwa komitmen pemberantasan korupasi tersebut dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahannya saat ini.

"Setelah 27 tahun reformasi, kini di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sepertinya komitmen ini kembali dipertegas. Korupsi besar mulai diungkap dan diajukan ke pengadilan, termasuk beberapa kasus korupsi yang tertunda penanganannya," tutur Hasanuddin.

Komitmen tersebut sudah berulang kali diutarakan Presiden Prabowo Subianto, dan yang teranyar disampaikan salam momentum penutupan Kongres IV Tunas Indonesia Raya (TIDAR) di Jakarta, pada hari Sabtu, 17 Mei 2025

Di mana Prabowo menegaskan bahwa setiap hari pemerintah dan aparat penegak hukum membongkar kasus-kasus korupsi dan tidak akan berhenti. Bahkan Prabowo tak gentar sekalipun ada serangan balik yang dilancarkan oleh para koruptor tersebut dengan mengintimidasi aparat penegak hukum.

"Pernyataan ini menegaskan bentuk dukungan Presiden Prabowo kepada penegak hukum KPK, Kejaksaan dan Polri dalam pemberantasan korupsi," tegasnya.

Dengan demikian, ia pun menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi yang maksimal akan mampu menyelematkan aset dan keuangan negara yang selama ini dinikmati dan digarong oleh segelintir orang saja.

"Pemulihan keuangan negara harus menjadi prioritas. Pemberantasan korupsi ini penting, jangan sampai ada anggapan di era reformasi ini malah korupsi makin merajalela," pungkasnya.

Prabowo Komitmen Tak Gentar Berantas Korupsi

Diketahui, bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan sumpahnya untuk melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta Pancasila. Hal ini sebagai bentuk komitmen dirinya untuk menyelamatkan seluruh aset negara dari tangan para prampok dan penjajah.

“Saya tegaskan, ini sumpah saya, ini tekad saya, dan saya percaya dan saya sudah buktikan dalam 6 bulan pemerintahan yang saya pimpin kita sudah selamatkan ratusan triliun uang rakyat,” kata Prabowo Subianto saat menjadi keynote speech dalam Kongres ke IV DPP TIDAR (Tunas Indonesia Raya) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).

Orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut mengklaim telah melakukan langkah tegas dan strategis dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, bahkan hal itu dilakukan pemerintahannya setiap hari.

“Hampir tiap hari kita membongkar kasus-kasus korupsi dan tidak akan berhenti,” ucapnya.

Terkait dengan langkah strategis untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi tersebut, Prabowo mengaku mendapatkan informasi bahwa sejumlah aparat penegak hukum yang melaksanakan tugasnya malah diteror dan diintimidasi.

“Dan saya tahu ada penegak hukum yang diancam, saya dapat laporan. Ada yang rumahnya didatengi, ada yang mobilnya diikuti, ada yang rumahnya difoto, kita paham itu,” ujarnya.

Namun demikian, mantan Danjen Kopassus TNI AD tersebut memberikan pengumuman terbuka, apa pun langkah teror dan intimidasi yang dilakukan oleh para mafia dan koruptor, dirinya tidak akan pernah berhenti, atau takut apalagi mundur.

“Tapi saya hanya ingin sampaikan, kita tidak gentar, saya tidak gentar,” tegas Prabowo.

Tampilan Utama